Sistem Dumping TPA Diganti sistem sanitary renville

PEKANBARU (RiauInfo) – Hari ini Kota Pekanbaru mendapat pujian dari Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran, Gempur Adnan. Pujian yang berbunyi ‘Bahagialah Yang Hidup di Pekanbaru ini’ diucapkannya seusai pembukaan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah di Hotel Grand Zuri Kamis (7/8) tadi siang. 

Pernyataan yang menggembirakan itu, karena Pekanbaru dinilai mampu mempertahankan eksistensi sebagai kota terbersih di Indonesia. Hal ini terbukti dari 14 kota besar yang ada dalam penilaian, Pekanbaru adalah yang terbersih, ungkapnya kepada wartawan.

Meski demikian, ada 2 hal yang harus diperhatikan, pertama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sistemnya harus diganti. Kedua kebersihan di ring 2 dan 3 yang harus diperhatikan.

Untuk yang pertama tentang pengelolaan sampah kata Gempur, sistemnya berubah menjadi sanitary renville dari sebelumnya yang menggunakan sistem open dumping.

Sistem seperti ini kurang bagus, sebab sampah yang diangkut pakai truk, kemudian diratakan pakai alat berat lalu ditimbun pakain tanah dinilai kurang efektif, dan kurang baik bagi kesehatan.

Sedangkan yang kedua, ring 2 dan 3 adalah wilayah pertokoan dan perumahan. Untuk wlilayah ini memang tidak bisa sekaligus, mengingat aparatur dan kemampuan dana pemerintah yang terbatas.

Tapi jika diterus direncanakan secara terarah dan kontinu, dengan cara melibatkan warga setempat, maka tidak tertutup seperti yang diharapkan.

Sementara Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mengakui apa yang diucapkan Deputi Meneg LH bidang Pengendalian dan Pencemaran itu. Katanya untuk ring 3 ini harus ditangani lebih bersungguh-sungguh. Karena itu, sebentar lagi, camat yang bakal dimutasi untuk menjalankan komitmennya dalam mengaasi permasalahan ini.

Selain itu, Wako juga menghimbau kepada dinas terkait (Kebersihan dan Pertamanan) beserta camat untuk lebih sering lagi turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan.

Kemudian masih minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah ke tempatnya. Wako mencontohkan, warga yang ada didalam angkutan, seenaknya membuang sampah ke jalanan. Padahal, jika mereka merasa risih dengan sampah didalam mobil, begitu orang yang ada di jalan, sindir Wako.

Ketika disingung tentang sistem sanitary renville yang bakal diterapkan di TPA, Herman berjanji akan menganggarkan dana sebagai penunjang.(muchtiar)

 

Rizki: