Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara

695 views
news1946PEKANBARU (RiauInfo) – Dalam upacara yang khidmad dan mengharukan, Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono ditabalkan gelar kehormatan ‘Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara’ oleh Lembaga Adat Melayu Riau, Minggu (12/8) di Balai Adat Melayu Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Kedatangan SBY ke Balai Adat Melayu disambut oleh kompang yang mengiringi saat masuk ke dalam gedung. SBY duduk di sisi sebelah kiri singgasana bersama-sama dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal Dt. Setia Amanah, Ketua LAM HM Azaly Djohan dan Ketua Dewan Penasehat LAM H Ismail Suko. Dibelakangnya duduk Wakil Gubernur Riau, Drs. Wan Abubakar, Mantan Gubernur Riau yang juga Anggota DPR RI H. Saleh Djasit dan Ketua MUI Riau Dr. H. Mahdini, MSc.

Di sebelah kanan singgasana, duduk Ketua DPRD Riau drh. H. Chaidir, Tokoh Masyarakat Wan Ghalib, dan beberapa menteri termasuk Menteri PPDT H. Lukman Edi. Sementara Ibu Negara Ani Susilo duduk dibawah ditemani Ibu Septina Rusli Zainal

Diantara 200-an undangan yang hadir nampak Andi Malarangeng, Sudi Silalahi, para Duta Besar Negara Sahabat, Anggota DPRD, para Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau. Namun Bupati Indragiri Hulu Thamsir Rahman tidak terlihat diantara para bupati dan walikota.

Warkah pentabalan gelar ini dibacakan oleh Ketua LAM HM Azaly Djohan. “Maka sejak ditabalkan gelar ini, sah dan berlakulah gelar dimaksud atas diri Paduka Yang Mulia DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia, serta melekat pulalah himbauan kepada beliau sebagai “SERI INDRA SETIA AMANAH WANGSA NEGARA” dalam masyarakat Melayu Riau”.

Kemudian lanjut Azaly, “Namun seperti kata orang tua-tua Melayu, yang baharu berubah-ubah, yang hati bersalin ganti, maka apabila kelak dikemudian hari terjadi salah-silih, yang beriman membuang syarak, yang adil membuang tuah membuang amanah, yang pantang tidak dipantangkan, yang alur tidak dituruti, maka gelar kehormatan ini, akan gugur sebagaimana gugurnya iman, tuah dan marwah dan gelar ini akan tanggal sebagaimana tanggalnya keadilan dan amanah dari pemegang gelar ini.”

Setelah pembacaan warkah pentabalan, prosesi dilanjutkan dengan pemasangan tanjak, keris, dan selempang. Tanjak dipasangkan oleh Ketua Dewan Penasehat H. Ismail Suko, pemasangan Keris dilakukan oleh HM Rusli Zainal Dt. Setia Amanah, dan Selempang Kuning dikenakan oleh Ketua LAM HM Azaly Djohan.

Tepuk tepung tawar dilakukan oleh lima tokoh yang dituakan, yaitu HM Azaly Djohan, H. Ismail Suko, HM Rusli Zainal, Chaidir dan Wan Ghalib. Prosesi tepung tawar ini diiringi oleh bunyi-bunyian musik seni bardah.

Saat didaulat untuk memberi petuah, SBY memberikannya dalam bentuk 5 bait pantun yang baru dibuatnya tadi pagi Minggu (12/8) sehabis sholat subuh yang sampiran-sampirannya bernuansa Riau dan Melayu, seperti ‘Rupat, Rentak Bulian, Lubuk Jambi, Dumai dan Siak’.

Inti dari pantun tersebut adalah ucapan terimakasih atas gelar yang diberikan, mengungkapkan adat melayu meskipun pusaka lama tetapi masih dapat diaktualisasikan.

Setiap bait pantun selesai dibacakan, hadirin terharu dan bertepuk tangan. Sampai-sampai beberapa diantara tamu VVIP meneteskan airmata. Lengkaplah kebahagian masyarakat Riau dengan pentabalan gelar kehormatan ini. (Tony)

 

Posting Terkait