Serangan Ulat Bulu di Rumbai Pesisir Makin Menyebar

823 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Dalam beberapa hari ini Pekanbaru dihebohkan oleh serangan ulat bulu yang menyerang beberapa kawasan di kota ini. Mulanya ulat bulu ini menyerang kawasan kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai Pesisir. Kemudian menyebar ke kawasan lain, diantaranya Kelurahan Meranti Pandak.

Kepala Dinas Pertanian Pekanbaru, Sentot D Prayetno ketika dihubungi wartawan Jumat (11/1) di Pekanbaru membenarkan adanya serangan ulat bulu di kedua kelurahan di Kecamatan Rumbai pesisir itu. Dia mengaku telah menurunkan tim ke lokasi guna melakukan pemusnahan dengan cara penyemprotan insektisida.

Dia mengatakan, jumlah ulat bulu yang menyerang kawasan tersebut memang sangat banyak. Namun sejauh ini belum memasuki rumah-rumah warga, baru sebatas menyerang pepohonan. “Untuk saat ini kita baru melakukan penyemprotan dengan insektisida guna memusnahkan ulat bulu tersebut,” ungkapnya.

Penyemprotan yang dilakukan tim dari Distan tersebut tak hanya menyemprot pepohonan milik warga. Tetapi penyemprotan dilaksanakan di sekeliling rumah warga yang banyak diserang ulat bulu. Penyemprotan dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan ulat.

Sentot mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa mengetahui jenis ulat bulu yang menyerang tanaman dan pemukiman masyarakat tersebut. Pihaknya masih melakukan penelitian di laboratorium guna mengetahui jenis ulat tersebut,” tambahnya.

Dijelaskannya, meskipun jumlah ulat bulu yang menyerang kedua kawasan tersebut cukup banyak, namun sejuh ini baru tiga warga menjadi korban sengatan. Korban sengatan ulat bulu tidak terlalu parah, hanya infeksi sedikit. Setelah diberi obat anti-elergi, korban sembuh kembali.

Di tempat terpisah, Nasrun dari Bagian Teknis Labor Hama Tanaman Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Riau mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangannya untuk mengetahui jenis ulat bulu ini. Saat ini ulat bulu itu masih tahap menuju kepompong, paling cepat empat hari atau sepekan ke depan akan menjadi kupu-kupu. Setelah menjadi kupu-kupu, barulah kita bisa mengidentifikasi jenis apa dia, apa bahayanya.

Sementara itu, Suratno, salah seorang warga Kelurahan Lembah Damai mengatakan ulat bulu tersebut mulai menyerang kawasannya sejak beberapa hari terakhir ini. Jumlahnya semakin lama makin banyak, dan mulai merayapi rumah-rumah warga.

“Kita agak lega dengan adanya penyemprotan yang dilakukan pihak Dinas Pertanian Pekanbaru. Kini jumlahnya sudah mulai berkurang. Namun demikian kami masih khawatir ulat bulu itu akan berkembang lagi dan memasuki rumah-rumah kami,” tambahnya.(ad)

Posting Terkait