Sejak 2008 Pemkab Kampar Berhasil Raih 70M Dana Pusat

620 views

KAMPAR (RiauInfo) -Terhitung mulai Tiga tahun terakhir dimuali pada tahun 2008 hingga sekarang, dana Pusat yang mampu diperjuangkan oleh Pemkab Kampar ternyata mencapai Rp 70 milyar lebih. Angka ini terbilang sangat fantastis jika dibandingkan dengan daerah yang lain tidak

Bahkan untuk dana stimulus Kabupaten Kampar menjadi satunya-satunya di Propinsi Riau yang mendapat bantuan dana tersebut. Belum lagi bantuan untuk penanganan pasca bencana, bantuan untuk Politeknik Kampar, peralatan rumah sakit yang baru serta bantuan lain yang hampir merata tersebar disemua Satuan Kerja (Satker).

“Alhmdulillah kita selalu berupaya, setakad ini tidak berlebihan kalau saya mengatakan kita mendapatkan bantuan dana yang cukup besar dari pusat. Bahkan 2008 dan 2009 kita satunya-satunya Kabupaten/Kota yang mendapat dana stimulus sebesar Rp 20 Milyar setiap tahun. Dan kita juga menjadi satu dari dua Kabupaten dalam tiga tahun mendapatkan dana penanganan pasca bencana alam. Kuangsing hanya mendapat dalam hitungan ratusan juta kita mendapat Rp 12 Milyar. Kemudian kita juga menerima bantuan peralatan untuk rumah sakit sudah dua tahun berturut-turut dan ini tahun ketiga sebesar Rp. 5 Milyar.

Kita juga mendapat bantuan dana untuk Polkam. Total tiga tahun anggaran yakni 2008, 2009 dan 2010 total anggarana dari pusat yang kita dapatkan 70 Milyar,” ungkap Bupati Kampar H Burhanuddin Husin kepada wartawan, usai tampil diacara bincang publik di RSPD Kabupaten Kampar, Senin (31/01/2011) pagi di Bangkinang.

Dalam acara bincang-bincang yang mengambil topic “Infrastruktur dan terbukanya akses antar daerah” itu, Bupati Kampar di dampingi oleh Kadis Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar H Azmi dan Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kampar H Basri Rasyid.

Menyinggung adanya pandangan sebagian masyarakat bahwa infrastrukturnya terutama jalan belum tertangani dengan baik terutama daerah sulit Bupati menyebutkan bahwa Kabupaten Kampar ini cukup luas terdiri dari 250 desa dengan rentang wilayah geografis yang berbeda satu dengan yang lain.

Namun bukan berarti Pemkab Kampar tidak melakukan upaya-upaya percepatan insfratrutur didaerah sulit akan tetapi lebih kepada masalah belum seimbangnya antara kebutuhan dengan kemampauan yang ada. Hampir semua desa membutuhkan jalan, dan setiap tahun pemerintah tetap menganggarkannya. Namun ada aspek yang berkaitan dengan Kepadatan penduduk, luas wilayah, potensi-potensi dan yang lain yang menjadi pertimbangan untuk insfratukrur.

“Perlu saya sampaikan pada dasarnya pemerataan pembangunan prioritas kita namun harus dipahami bukan berarti sama besar, sama banyak namun harus melihat luas wilayah, jumlah penduduk, potensi, permasalahan yang dihadapai,” kata Burhanuddin Husin.

Kondisi yang dilematik dikatakan Burhanuddin, ada desa yang sangat terpencil dimana jalan akses menuju desa terswebut mencapai 30 KM. Untuk penganganan jalan yang baik untuk 20 sampai 30 KM memerlukan biaya yang cukup tinggi.

“Untuk satu kilo memerlukan biaya sampai Rp 1,5 Milyar coba kita kalikan saja untuk satu desa sementara desa tersebut mempunyai populasi penduduk yang sangat kecil, potensi yang minim. Disisi lain ada desa lain yang mempunyai jumlah penduduk yang sangat banyak yang juga membutuhkan sarana jalan. Saya mau tanya kita proritaskan yang mana? Begitu kita putuskan desa yang banyak penduduk dapat prioritas duluan yang populasi jumlah penduduknya sedikit ini akan menanyakan desa kami kok tidak dibangun? Kok tidak diperhatikan? Kok kami sedikit.? Oleh karena itu pemerataan pembanguan harus dilihat dari berbagai aspek untuk pertimbangan pembangunan,” papar Burhanuddin.

Untuk sejumlah proyek multi years, Burhanuddin menyebutkan akan terus digesa penyelesaiannya . Bahkan direncanakan sebagian besar dari proyek tersebut akan diselesaikan dan diresmikan dalam tahun ini. Tercatat sejumlah proyek yang sedang dilaksanakan adalah pembangunan Kampus Polteknik Kampar, rumah sakit, sepuluh masjid di kecamatan, venus PON, gedung kantor dua lantai sebanyak empat unit dan yang lainnya.

Kadis Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar H Azmi pada acara tersebut yang diminta tanggapannya tentang hal yang sama menyebutkan semua pembangunan yang dibuat sangat memperhatikan prinsip-prinsip keadilan. Namun tentunya ada penilaian-penilaian yang mesti dilakukan.

“Bahkan jumlah pembangunan fisik dan non fisik untuk semua desa dan kecamatan tergambar dan tercatat dengan baik,” sebut Azmi.

Sementara itu Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang H Basri Rasyid, menyebutkan bahwa Satker yang dipimpinnya terus focus pada berbagai bidang pekerjaan.” Terutama penyelesaian proyek multi-years, sejumlah kantor camat maupun pembangunan Kantor Kepala Desa yang baru, dan ini terus kan pembangunannya,” kata Basri. (arief).

Posting Terkait