Sebelum Meninggal, Kejati Sempat Roboh di Samping Wan

669 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Siapapun memang tidak bisa menerka kapan ajalnya akan tiba. Begitu pulandengan Kejati Riau, Djaenuddin Nare. Siapa sangka dia jatuh dan meninggal dunia setelah membawakan lagu pada acara Malam Keakraban dalam rangka persiapan kampanye tertib dan damai di Hotel Pangeran Pekanbaru Senin (11/8) malam. 

Berita ini menjadi headline Tribun Pekanbaru edisi Selasa (12/8) dalam berjudul “Roboh di Samping Gubernur Wan“. Harian ini menyebutkan sebelum meninggal dunia, Djaenuddin roboh ke meja. Wan yang berada di dekatnya berusaha membangunkannya, tapi ternyata mulutnya berbuih.

Berita yang sama juga menjadi headline Riau Mandiri edisi ini dengan judul “Kejati Riau Meninggal Dunia“. Harian ini menyebutkan Djaenuddin menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 23.05 Wib saat dirawat di RS Awal Bros. Dia diduga terkena serangan jantung.

Riau Pos juga mengangkat berita yang sama menjadi headlinenya berjudul “Kejati Riau Meninggal“. Harian ini menyebutkan sebelum roboh, Djaenuddin sempat melantunkan lagu kesayangannya berjudul Sai Anju Ma Au”. Setelah melantunkan lagu itu dia duduk kembali disamping Gubri Wan Abubakar, setelah itu langsung roboh.

Batalnya PKU Riau megumumkan kekayaan calon gubernur dan wakil gubernur Riau menjadi berita utama Pekanbaru Pos hari ini, Dengan berita berjudul “Kekayaan Calon Batal Diumumkan” harian ini menyebutkan batalnya pengumuman ini karena KPU masih menunggu verifikasi laporan harta Thamsir dari KPK.

Sementara itu Pekanbaru MX berita utamanya ari ini tentang tewasnya dua warga Kubang akibat digilas mobil di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru. Kedua warga malang itu mengalami kecelakaan saat baru saja pulang dari pesta perkawinan. Berita itu berjudul “Balik Pesta, Dua Warga Kubang Jadi Mayat“.

Pelantikan Mujtahid Thalib menjadi bupati Inhu menggantikan Thamsir Rachman yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri menjadi Gubri, jadi berita utama Media Riau. Pelantikan dilakukan Gubernur Riau Wan Abubakar kemaren. Berita berjudul “Mujtahid Thalib Resmi Bupati Inhu[i]”.

Di saat narapidana lain mendapatkan remisi terkait HUT ke-63 RI, para terhukum kasus perusak hutan tidak mendapatkan pengurangi hukuman. Hal itu disampaikan Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta, kemaren. Berita menjadi headline Metro Riau berjudul “[i]Perusak Hutan Gigit Jari“.(Ad)

 

Posting Terkait