Sanggup Produksi 2.500 Butir Sehari, Pabrik Ekstasi Digerebek

PEKANBARU (RiauInfo) – Tim Opsnal Polsekta Senapelan Pekanbaru menggerebk sebuah rumah di Dermaga II Danau Buatan, Jalan Pramuka Ujung, Kecamatan Rumbai Pesisir yang diduga sebagai pabrik ekstasi. Dalam penggerebekan itu ditemukan perlengkapan dan bahan baku untuk membuat ineks.

Berita ini menjadi headline Pekanbaru Pos edisi Rabu (23/12) berjudul “Pabtrik Ekstasi Digerebek”. Harian ini menyebutkan barang bukti itu antara lain blender, mokrowafe, zat pewarna, pencetak pil eneks dan sebagainya. Pabrik ekstasi ini diperkirakan akan sanggup mmproduksi 2.500 butir sehari.

Unit Reskrim Polserta Limapuluh kembali berhasil mengungkap peredaran psikotripika jenis sabu-sabu (SS). Mereka menangkap pengedar SS, berinisial Yu (29) warga Jalan Tanjung Batu, Gang Tanjung Karang, ketika berada di rumahnya. Berita ini menjadi headline Pekanbaru MX berjudul “Ngedar Sabu, Mantan Waitres Diciduk”.

Kedatangan Wapres Boediono dan rombongan yang disambut aksi demo menjadi headline Riau Mandiri hari ini berjudul “Wapres Tiba Disambut Demo”. Harian ini menyebutkan kedatangan Wapres ke Riau dalam rangka memberikan pengarahan pada Rakor Gubernur se-Indonesia di Hotel Labersa.

Sementara itu headline Metro Riau hari ini tentang penegasan Mantan Gubernur BI Boediono yang mengatakan keputusan pemberian dana talangan kepada Bank Century sudah tepat. Meski bank kecil, persoalan Bank Century bisa menimbulkan dampak berantai sehingga harus diselamatkan. Berita berjudul “Boediono: Bailout Sudah Tepat”.

Sedangkan headline Tribun Pekanbaru hari ini tentang pernyataan Mantan Deputi Gubernur Senior Bank BI Miranda Foeltom yang menyebutkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Chalimah Fadjriah pihak yang bertanggungjawab atas Bank Century. Siti sendiri jatuh sakit terkena stoke sejak kasus itu terungkap. Berita berjudul “Fadjriah Kena Stroke Century”.

Headline harian Riau Pos hari ini tentang pemeriksaan terhadap Mantan Gubernur BI Boediono yang dinilai tidak ada kejutan. Dalam kesempatan itu Boediono malah sempat menilai audit yang dilakukan BPK tidak akurat. Berita berjudul “Wapres Nilai Audit BPK Tak Akurat”.(ad)

 

Rizki: