Sabtu Malam Bengkalis Gelar Malam Semarak 100 Tahun Harkitnas

543 views
news4949BENGKALIS (RiauInfo) – Sebagai salah satu rangkaian untuk memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu (10/5) malam, Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan menggelar helat bertajuk ‘Semarak Malam 100 Tahun Kebangkitan Nasional’.

Acara yang digelar untuk mengkokohkan keutuhan persatuan, kesatuan dan rasa kebersamaan sebagai anak bangsa, khususnya bagi masyarakat daerah ini akan di gelar di lapangan Tugu Bengkalis (samping Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut).

Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Bupati H Syamsurizal mengajak seluruh lapisan masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini untuk dapat berpartisipasi aktif menyukseskan dan menyaksikan acara tersebut.

“Saya sangat mengharapkan seluruh lapisan masyarakat di daerah ini dapat hadir pada acara Semarak Malam 100 Tahun Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tersebut,” jelas Syamsurizal.

Terkait dengan peringatan 100 Tahun Harkitnas 20 Mei 2008, kandidat doktor di salah satu universitas terkemuka di Malaysia ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini menjadikannya sebagai momentum untuk lebih meningkatkan kekompakan antar sesama tanpa perlu memandang suku, agama, ras, golongan dan sebagainya.

“Mengkokohkan keutuhan semangat persatuan dan kesatuan, serta siap melangkah dan bekerja keras bersama. Menatap masa depan bukan dengan sikap pesimisme, tetapi dengan rasa optimisme yang tinggi,” ujar Syamsurizal didampingi Ketua Presidium Kaukus Pemuda Pesisir Bersatu, Indra ‘Eet’ Gunawan, Kamis (9/5) .

Dikatakannya, acara Semarak Malam 100 Tahun Harkitnas itu merupakan satu dari rangkaian kegiatan yang akan digelar dalam rangka memperingati 100 Tahun Harkitnas di Kabupaten Bengkalis.

“Tujuannya memang untuk membangkitkan semangat seluruh masyarakat di daerah ini,” katanya seraya mengatakan kegiatan untuk memperingati 100 Tahun Harkitnas di Kabupaten Bengkalis telah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan akan berakhir hingga 20 Mei tahun depan.

Pada bagian lain, bupati bergelar Sri Mahkota Sempurna Negeri ini mengatakan, sebagai energi yang maha dahsyat, semangat persatuan, kesatuan dan rasa kebersamaan sebagai anak bangsa, tetap diperlukan dalam perjalanan bangsa ini sampai kapan dan dalam kondisi apapun.

Untuk itu pula, Syamsurizal mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini untuk menjadikan lahirnya Budi Utomo 20 Mei 2008 sebagai cermin, bukan hanya sebuah kenangan saja. Jadikan sebagai alat untuk mengevaluasi yang harus bisa membanggakan kembali apa yang dahulu kita banggakan.

Kalau dahulu persatuan, kesatuan dan rasa kebersamaan dalam kehidupan masyarakat kita sangat kuat, sambung sambungnya, maka seluruh masyarakat di daerah ini harus mengembalikannya kembali seperti dulu. “Kita harus bersatu dan kuat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ajaknya.

Selain itu, katanya, jika dahulu, ketika jarak waktu belum dapat disingkatkan seperti sekarang. Ketika waktu masih dimolorkan jarak-ruang, jarak-psikologis, jarak-kesadaran, dan jarak-informasi, sebagai sesama anak bangsa, kita bisa bersatu padu, senasib sepenanggungan. Dengan tidaknya ada pembatasan itu lagi, maka sekarang tentunya akan bisa, bisa dan lebih bisa.

“Untuk kemajuan bangsa, dimana, kapan dan dalam kondisi apapun, kita harus bersatu padu. Dengan semangat satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, dari Sabang sampai Merauke, dan agar bangsa ini mampu bertahan, keluar dari berbagai krisis yang terjadi dan menjadi jaya, maka dengan semangat merah putih, maka hanya ada satu kata, satu tekad, Indonesia harus kita bela bersama,” ajaknya. (rls)

 

Posting Terkait