Sabaruddi Nilai Salah Pengertian

PEKANBARU (RiauInfo) – Menyikapi tentang insiden salah pengertian antara massa Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tadi siang Kamis (29/5) menurut anggota DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabaruddi ST adalah masalah biasa yang mestinya tidak terjadi.

Seperti diketahui, keributan itu diawali dari ulah 5 orang Satpol PP yang mencabut bendera FSPTI yang ada di jalur hijau persis di depan Balai Dang Merdu jalan Jendral Sudirman tempat acara itu berlangsung.

Tak ayal, massa FSPTI yang menyaksikan di depan mata langsung emosi dan menyerang hingga kericuhan terjadi, satpol PP pun berlarian menghindari amukkan.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wib itu sempat menjadi tontonan warga yang melintas, hingga menyebabkan kemacetan beberapa saat. Menurut salah

seorang massa FSPTI yang waktu itu ikut pengejaran, sangat geram dengan ulah Satpol PP yang tidak menghargai organisasinya. Pada hal kalau ada koordinasi dengan baik kami tidak akan mempermasalahkan, bahkan kami sendiri yang mencabut bendera itu, katanya dengan nada geram.

Sementara salah seorang Satpol PP yang waktu sudah diamankan di Polda Riau membantah keras jika dipersalahkan. Menurutnya, ia hanya menjalankan tugas dan Perda yang telah diamanahkan kepada satuannya.

Menyikapi hal ini, Sabaruddi yang ditemui di ruang kerjanya hanya menjawab hal biasa yang mestinya tidak terjadi. Seandainya Satpol PP menjalankan tugas, mestinya memberi pengertian dulu kepada pihak FSPTI bahwa pemasangan bendera tersebut salah tempat.

Begitu juga dengan FSPTI, Perda pelarangan pemasangan spanduk, bendera, baleho di jalur hijau adalah perbuatan salah, dan telah lama disosialisasikan. Namun kedepan, Sabarudi mengharapkan jangan sampai ada lagi inseden seperti ini. Sedangkan kepada masing-masing pihak agar dapat mengambil hikmahnya, katanya.

Disisi lain, Sabaruddi juga menghimbau kepada Satpol PP kalau benar-benar menegakkan Perda larangan memasang bendera di jalur hijau jangan sampai ada sikap pilih kasih, semua bendera harus ditertibkan. Karena kalau sudah pilih kasih, akan ada kecemburuan sosial. (muchtiar)

 

Rizki: