Ruth Sahanaya Hebohkan Launching Festival Sangihe 2016 di Kemenpar

1171 views

ruth

JAKARTA (Riauinfo)  – Penyanyi senior asli Sangihe, Ruth Sahanaya tampil menghebohkan di acara peluncuran festival Sangihe 2016 dan Calende Event 2017 di Kemenpar Jakarta, Selasa malam lalu. Betapa tidak,  Ruth Sahanaya mengajak Menpar Arief Yahya — yang mengenakan udeng gaya Sulawesi Utara — ikut menyanyikan lagu  “Kaulah Segalanya” yang populer di era 80-an itu. Ternyata walaupun itu lagu lawas yang pernah popuper di era 80-an,  Menpar masih bisa mengingat semua liriknya. Spontan Menpar pun menyanyi dengan suara merdunya, bahkan sempat membuat Ruth Sahanaya terheran heran karena Menpar sangat hapal lagu itu.  Dan yang terja dikemudian, ruangan Balairung Sapta Pesona yang penuh dengan undangan itu didominasi riuhnya tepukan untuk Menpar. Performance Ruth, yang mantan anggota 3 Diva bersama Krisdayanti dan Titi DJ itu cukup memikat. Band Purwa Caraka yang mengiringi penampilan Ruth juga tampil apik.
Festival Sangihe 2016 bakal dilangsungkan pada 5-10 September 2016 di Kabupaten Sangihe. Peluncuran itu juga dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sangihe Hironimus Rompas Makagansa, dan para Diaspora Sangihe. Selain festival juga diluncurkan pula Calendar of Events 2017.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi event itu, dipromosikan di level nasional dan dilancung di Jakarta. Itu adalah wujud tekad Kepulauan Sangihe menjadikan pariwisata sebagai andalan dengan mengoptimalkan potensi budaya (culture) dan daya tarik alam (nature). Terutama wisata bahari dengan Bunaken sebagai ikon marine tourism Manado, Sulut. “Kunci pengembangan destinasi terletak pada atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (3A). Selama ini wisman yang berkunjung ke Sulut hanya sampai di Manado dan Bunaken. Inilah yang perlu kemudahan transportasi dari Manado atau Bunaken lanjut ke Kepulauan Sangihe,” jelas Marketeer of The Year 2013 ini.

Kepulauan Sangihe adalah titik singgah yang menarik bagi kapal layar (yacht). Pada Sail Karimata Mei 2016 lalu, Tahuna — ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe — ditetapkan sebagai titik singgah peserta sail dari AS, Kanada, Australia, Malaysia, dan Inggris yang berlayar dari Davao (Filipina) dan perairan Malaysia menuju Kalimantan. “Kepulauan Sangihe bisa memanfaakan even-even internasional seperti ini untuk mempromosikan potensi wisata bahari,” kata Menpar.

Pembangunan kepariwisataan Kepulauan Sangihe, lanjut Menpar, mempunyai nilai strategis dalam mendukung program membangun wilayah pinggiran. Terlebih, posisi kepulauan ini berdekatan dengan wilayah Filiipina. Ini akan menguntungkan jika didukung dengan kemudahan aksesibilitas transporasi laut dan udara. “Saya sangat merespon usulan Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado agar pemerintah membuka jalur penerbangan Manado-Davao (Filipina). Saya minta agar dilakukan kajian seat capacity untuk pengembangan destinasi baru ini,” ujarnya sambil memanggil Robert Waloni, yang aksi Manado untuk mengembangkan aksesibilitas di sana.

Bupati Kepulauan Sangihe Hironimus Rompas Makagansa mengatakan wilayahnya juga memiliki terumbu karang beraneka ragam, gunung api bawah laut sebagai pesona tersendiri. “Penyelam dapat menikmati pesona ini hanya dengan menyelam empat sampai sepuluh meter. Ada beberapa spot diving menarik antara lain Shipwreck (Teluk Tahuna), Lost City (Pulau Maselihe), Kawasan Mendaku, Pulau Bukide, Batu Wingkung, Pulau Para, dan kawasan terumbu karang yang membujur dari Kepulauan Tatoareng hingga Kepulauan Nusa Tabukan.” Kata Bupati Sangihe.

Sementara Pakar Marketing Hermawan Kertajaya yang hadir secara khusus di acara launching itu menilai  tiga poin. Wonderful Indonesia, Sulawesi Utara dan Sangihe. “Saya baru saja traveling ke Eropa dengan cruise. Dimana-mana di seluruh dunia semua bercerita tentang branding Wonderful Indonesia. Luar biasa, logo itu sudah mendunia,” tutur pendiri MarkPlus Inc itu.

Hermawan juga menyebutkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey sedang penuh semangat membangun Sulut dari sektor pariwisata. Bupati Sangihe  juga sangat concern membangun pariwisata. Ada gunung bawah laut yang keluar gelembung-gelembung air dari dasarnya, hanya 5-10 meter saja kedalamnya. “Saya yakin target 12 juta untuk wisman tahun 2016 ini akan tercapai, dengan kerja keras dan sangat peduli dengan angka-angka itu. Pak Arief Yahya memimpin kemenpar ini dengan cara-cara korporasi, seperti mengelola perusahaan saja,” kata Hermawan.

Ruth Sahanaya yang akrab disapa Uthe itu juga menjelaskan siap mengajak penggemarnya dan masyarakat luas lainnya ditanah air untuk berkunjung ke Sangihe, menyaksikan pesona alam selama dilangsungkannya Festival Sahihe. “Saya jamin masyaraat tidak kecewa berkunjung ke Sahihe. Alamnya penuh peasona, masyarakatnya ramah, dan banyak oleh oleh khas Sangihe yang bisa dibawa pulang,” ujar Ruth Sahanaya.  (Tuti Kirana Dewi/Herman Ami)

 

 

Posting Terkait