Riau Diberi Kuota Sertifikasi untuk 5.200 Guru

PEKANBARU (RiauInfo) – Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) memberi kuota sebanyak 5.200 orang untuk sertifikasi guru bagi Provinsi Riau dan Provinsi Riau Kepulauan (Kepri) tahun ini.

Penanggungjawab sertifikasi guru Riau-Kepri Prof Dr H Isjoni Msi mengatakan dengan telah ditetapkannya kuota sertifikasi guru untuk Riau dan Kepri tahun 2010 ini, diharapkn daerah Kabupaten/Kota agar bisa memenuhi kuota masing-masing. “Namun untuk penentuan kuota di masing-masing Kabupaten/Kota merupakan kewenangan Dinas Pendidikan (Disdik) Riau,” jelasnya, Selasa (9/12).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota diminta tegas dalam menetapkan para guru yang akan disertifikasi, atau guru bersangkutan jangan mengikuti proses sertifikasi tersebut hanya setengah-setengah.

“Karena sudah menjadi aturannya, bagi guru yang mengikuti proses sertifikasi jika dinyatakan tidak lulus pada penilaian portofolio harus mengikuti Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG). Meski sudah menjadi keharusan, masih saja ada guru yang enggan mengikuti PLPG ini. Karena itulah kita minta tahun ini hal tersebut tidak terjadi lagi,” tegas Isjoni.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan fakta yang terjadi pada tahun 2009 lalu, dimana jumlah guru yang tidak mau mengikuti PLPG ini mencapai 126 orang, 104 diantaranya tanpa keterangan sementara 22 lainnya ada yang sakit, naik haji, dan sebagainya.

Isjoni menjelaskan, setiap tahunnya untuk sertifikasi ini masing-masing Provinsi diberikan kuota, dan selanjutnya Provinsi akan merumuskan bersama kuota untuk masing-masing Kabupaten dan Kota, jadi akan sangat rugi sebuah Provinsi tidak bisa memenuhi kuota yang telah ditetapkan tersebut.

“Keengganan guru untuk mengikuti PLPG ini tanpa alasan yang jelas harus mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, karena dengan tidak ikutnya guru pada PLPG, secara otomatis akan merugikan guru-guru kita yang masih banyak yang belum disertifikasi, kuota daerah masing-masing akan berkurang,” ujar Ketua PGRI Riau ini.(ad)

Rizki: