RAKOR MENKOKESRA PERSIAPAN AKHIR PON XVIII Upayakan PON sesuai Jadwal, Walaupun Minimailis

624 views
JAKARTA (RiauInfo) – Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono menegaskan, pemerintah akan tetap mengupayakan penyelenggaran PON XVIII 2012 di Riau sesuai jadwal yakni pada 9-20 September mendatang. Hal ini merupakan salah satu hasil rapat Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Persiapan penyelenggaraan PON XVIII tahun 2012, di kantor Menko Kesra Jakarta, Selasa (12/6).

‘’Ini terkait dengan komitmen bersama bahwa PON XVIII tetap diselenggarakan sesuai jadwal yaitu pada tanggal 9-20 September 2012,’’ ujar Agung Laksono didampingi Ketua Umum PB PON Riau Rusli Zainal kepada wartawan usai rapat kordinasi yang berlangsung sekitar 3,5 jam tersebut.

Rakornas dipimpin oleh Deputi V Bidang Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kemenko Kesra Sugi Hartatmo itu. Turut hadir Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto, perwakilan dari 11 Kementrian dan Lembaga, Kapolda Riau Brigjen Suedi Husein, Ketua DPRD Johar Firdaus, Walikota Pekanbaru Firdaus MT dan Ketua Harian KONI Syamsurizal.

Dikatakan Agung, upaya untuk tetap menyelenggaraan PON sesuai jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan yang ada dan kondisi realistis di lapangan. “PON akan diselenggarakan secara optimal sesuai dengan kondisi yang ada atau minimalis, “ terang Poltisi dari Partai Golkar itu.

Kemudian hasil Rakor selanjutnya beber Agung, untuk menyelenggarakan PON dengan kondisi minimalis tersebut harus ada review dan verifikasi lapangan oleh kelembagaan yang kompeten seperti Kemenpora, KONI, PB PON Riau untuk mencari solusi terbaik sesuai dengan kondisi lapangan secara teknis.

Tim segera melaporkan hasil verifikasi dimaksud termasuk konsekuensi penyesuaian kebutuhan anggaran (additional cost) diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi real lapangan yang ada. ‘’Untuk penganan advokasi terkait dengan akuntabilitas pelaksanaan anggaran, BPKP akan membentuk tim advokasi yang mengikutsertakan K/L yang terkait dan kompeten, “ ujar Agung.

Disebutkan Agung pula, terkait realisasi anggaran APBN untuk penyelesaian infrastruktur yang membutuhkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari Kementrian teknis terkait, diharapkan segera direalisir sesuai dengan permintaan dari Kementrian Keuangan.

Hal-hal terkait terkait dengan kelanjutan pembangunan infrastruktur dimaksud, diperlukan audit teknis terlebih dahulu agar akuntabilitas KPA Akan ditunjuk dapat terjamin.

Mempertimbangkan kondisi psikologis terakhir, Agung berharap dukungan semangat dari seluruh pihak terkait baik unsure pemerintah daerah, DPRD, DPR RI, PB PON dan masyarakat Riau agar semua pihak di lapangan dapat lebih bersemangat untuk menyukseskan PON XVIII.

“Terkait pembahasan APBD-P dan revisi Perda No.7 tahun 2007 terkait penyelenggaraan PON, diperlukan dukungan telaah ahli terkait dengan legal formal serta bimbingan dari Kemendagri, “ ungkapnya.

Sementara itu, Rusli Zainal menghimbau seluruh pihak baik unsur pemerintah, DPRD dan PB PON untuk tetap menjalankan amanah pusat kepada Riau, dengan mengembalikan spirit sebagai tuan rumah PON.

Hingga saat ini ucap dia, pihaknya masih menunggu pengesahan APBD-P, untuk menuntaskan kelanjutan venues lapangan tembak dan VIP room.

Belum disahkannya pengesahan APBD-P tersebut dikhawatirkan akan mengganggu jadwal kontrak pembangunan maupun tendernya.

“Kalau pun hari ini disahkan DPRD, masih ada 88 hari lagi untuk tender dan kontrak 12 Agustus. Sementara 9 September PON harus dimulai. Dikhawatirkan nantinya pembangunan venue, tidak fungsional, “ ujarnya. Gubri juga menyebutkan, yang menjadi kendala juga soal kondisi psikologis dari Pemda maupun DPRD serta PB PON terkait adanya kasus PON yang kini sedang ditangani KPK.

“Kami berharap teman-teman fokus untuk dapat mengembalikan spirit yang belakangan sedikit turun, karena ada perasaan was-was, ragu-ragu, kawatir, takut. Tidak mudah memang, tapi itu yang kita lakukan dengan benar,’’ tukasnya.

Ditambahkan Gubri, untuk penyelenggaran PON di Riau, hingga saat ini belum ada kepastian dari pihak sponshorship maupun event organizer yang berminat. “Semuanya masih wait and see, “ kata Gubri sembari menyatakan , pihaknya akan melakukan inventariasir seluruh kebutuhan PON yang menjadi prioritas sesuai hasil Rakor.

Posting Terkait