Pungutan-Pungutan di Sekolah Jarang Dipermasalahkan

685 views

PENYELIDIKAN untuk itu pun tidaklah terlalu sulit. Pihak Disdikpora cukup mendatangi pihak sekolah untuk mendapatkan data-data murid yang baru pindah ke sekolah itu. Lalu, datangi semua orangtua murid itu untuk menanyakan berapa dana yang mereka bayar agar anaknya bisa diterima di sekolah itu.

Selama ini kasus-kasus seperti itu sudah umum terjadi. Hanya saja tidak sempat muncul ke permukaan, karena umumnya masyarakat kita selalu “rela” menerima apa saja yang diperlakukan pihak sekolah. Yang penting anak-anaknya bisa bersekolah dengan aman dan segera tamat dari sekolah itu, walau harus mengeluarkan uang untuk yang tak semestinya.

Zulkifli sendiri hanya bernasib apes saja. Kebetulan saja orangtua murid yang dihadapinya memang dari kelompok tak berpunya dan bersikap “tengking” pula. Kasus ini begitu tertangkap pihak pers, maka jadi makanan empuk para wartawan pula. Walhasil, kasusnya menjadi membesar dan membesar, sehingga mengetuk hati banyak pihak untuk ikut turun tangan.

Tentunya Zulkifli tidak pernah membayangkan sebelumnya, tindakannya itu akan menjadi bumerang baginya. Apalagi tindakan memungut dana bagi setiap murid pindahan sudah lama jadi tradisi di sekolah-sekolah, dan selama ini aman-aman saja. Sebab pihak orangtua murid tidak pernah komplain dibelakukan seperti itu.

Kasus Tiara dan Haikal ini telah menguak kasus yang selama ini menjadi duri dalam dunia pendidikan di Pekanbaru. Kita tentunya akan sangat bersyukur kasus ini terangkat ke permukaan, sehingga diharapkan akan menjadi pelajaran bagi kepsek-kepsek lainnya.

Jika Zulkifli nantinya dinyatakan bersalah dan dikenai sanksi berat berupa pemecatan dari jabatannya, bisa jadi ini suatu permulaan untuk melakukan perubahan terhadap tradisi-tradisi buruk yang ada dunia pendidikan di Pekanbaru. Pihak sekolah memang terkadang perlu diberikan sock teraphy agar selalu bergerak di atas rel yang ada.

Kita tentunya akan sangat prihatin jika Zulkifli nantinya benar-benar mendapatkan sanksi berat. Tapi akan lebih prihatin lagi jika dunia pendidikan di kota ini jadi coreng moreng akibat ulah sejumlah oknum. Untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, memang tidak mudah. Harus ada yang dikorban. Kebetulan dalam hal ini Zulkifli yang jadi korban. Tapi itu hanya karena nasib apesnya aja…!.(zas)



Posting Terkait