Proyek Pengadaan Buku Dinilai Masih Janggal

PEKANBARU (RiauInfo) – Ketua Komisi D DPRD Riau, Ir Fendri Jaswir beserta Anggota Dewan lainya menilai proyek pengadaan buku senilai Rp20 miliar dinilai masih janggal terlaksana. Pasalnya laporan pengadaan buku yang disampaikan Dinas Pendidikan Riau dalam Hearing Komisi D DPRD Riau belum lengkap dan transparan.

“Bukan itu saja permasalahan yang ada di Disdik, tetapi masih banyak salah satu contoh masalah Guru Bantu. Permasalahan guru bantu ini masih menjadi polemik besar, bagaimana Disdik dapat memecahkan permasalahan ini? Dan satu lagi anggaran Rp411 miliar kemana saja dialokasikan?,” tanya Ketua Komisi D DPRD Riau, Ir Fendri Jaswir dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Riau, Drs. H. M.Wardan.

Selain itu, Anggota Komisi D DPRD Riau, H Edi Basri, Zulfan Heri dan Mukti Sanjaya, Spd juga menambahkan beberapa pertanyaan seputar hal yang sama. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Drs.H. Wardan menjawab beberapa pertanyaan ketua dan anggota dewan yan terhormat.

“Saya menyambut baik apa yang dipertanyakan dan masukan yang diberikan kepada kami. Kalau masalah laporan yang kurang lengkap, Insya Allah dalam waktu dekat ini laporan lengkap akan saya berikan,” kata Wardan.

Masalah pengadaan buku senilai Rp20 miliar tersebut akan ditata ulang bagaimana proses tender yang telah dilaksanakan. Sehingga pengadaan buku untuk SD dan SMP ini dapat dituntaskan. “Pengadaan buku yang kita laksanakan tenderkan ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kita tak mau ambil sembaranga. Disini kita dibantu oleh kepala sekolah yang ada di Riau,” terangnya.

Terus, masalah guru bantu akan dilihat terlebih dahulu apa fokus permasalahan yang terjadi tahun 2007 ini. Dijelaskannya lagi, kalau masalah Anggaran APBD tahun 2006 di Disdik Riau senilai Rp 411 miliar. Realisasi fisik keuangan berjalan sekitar 98 persen. Sebahagian dana digunakan sebagai berikut diantaranya Rp 296 miliar untuk dana BOS. Dan sisanya digunakan untuk sekolah marjinal dan usia dini menghabiskan Rp 3,8 miliar, pembangunan gedung sekolah Rp 37 miliar, SMP Rp 36 miliar, SMA Rp 23 miliar, mutu guru Rp 21 miliar dan kegiatan lainnya memakan biaya Rp 8,6 miliar.

Secara global dana yang dikeluarkan tersebut bersifat murni dan perubahan. “Semua dana yang telah kita keluarkan tersebut kita data dengan baik. Sehingga kedepannya kita tak rancu lagi dalam membuat program,” ujarnya.

Sedangkan dalam hearing Komisi D DPRD dengan Badan Perpustakaan Arsip (BPA) yang dibahas mengenai anggaran tahun 2006 berjalan aman. Sehingga hearing tersebut tak memakan waktu lama. “Saya minta semua atker yang ada dapat menjalankan tugas secara profesional,” tandas Fendri. (Dd)

 

Rizki: