Program Bantuan Langsung Tunai Tak Berpihak ke Rakyat

510 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Pelatihan Penulisan Perbankan se-Sumatera yang diadakan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) di Hotel Sahid dihadiri para sejumlah wartawan baik lokal dan luar provinsi. Dihari kedua ini Minggu (11/5) ini narasumber dosen Fakultas Ekonomi Unri DR HB Isyandi SE MSc dan Direktur Statistik Keuangan dan Harga Badan Pusat Statistik Dr Ali Rosidi.

Acara yang berlangsung mulai dari pukul 8.30 hingga pukul 12.30 Wib berlangsung cukup menarik. Dimana para nara sumber sangat bersemangat menjelaskan bagaimana perekonomian yang terjadi baik Riau secara khusus maupun Indonesia secara menyeluruh.

Setelah itu, para wartawan telah yang mengikuti pelatihan dari semalam Sabtu (10/5) diberi kesempatan bertanya. Tentu saja hal ini tidak disia-siakan. Pertanyaan pun bertubi-tubi diberikan kepada narasumber.

Dosen Fakultas Ekonomi Unri DR HB Isyandi SE MSc dalam pemaparannya menjelaskan tentang kebijakan harga sebagai penggerak sektor riil daerah. Dikatakannya,

faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi dua bagian. Yaitu, tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran.

Untuk mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh ekonom. Apakah itu pemerintah maupun swasta. Karena itu, tanpa dukungan dan komitmen tersebut tingkat inflasi yang sangat tinggi selama ini akan sulit dikendalikan.

Selain itu, ia juga sempat mengkritik kebijakan pemerintah yang kurang berpihak kepada masyarakat dalam jangka panjang. Ia mencontohkan, kebijakan yang diambil pemerintah tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

Menurutnya ini bukanlah jalan yang terbaik jika berbicara jangka panjang. Pemerintah memberikan bantuan berupa uang langsung kepada masyarakat di pedesaan tetapi tidak mengajarinya bagaimana keluar dari persoalan kemiskinan misalnya dengan cara memberikan pelatihan langsung kemudian diikuti dengan membuka infrastruktur yang diperlukan desa tersebut.

Di Riau HB Isyandi melihat banyak yang aneh. Riau terkenal dengan ikan patin, tapi bibit ikan patinnya sendiri berasal dari Jambi. Pengolahan kertas dipabrik-pabrik, tapi sekolah dasar pengetahuan tentang itu adanya di Jawa Barat. Termasuk pertanian, daerahnya yang cocok bagi pertanian tapi tidak dikembangkan.

Perasalahan ini sungguh banyak sekali hingga permasalahan kemiskinan cukup sulit keluar dari bumi Melayu. Karena jika roda perekonomian bergerak diberbagai sektor, otomatis kemiskinan akan hilang dan perputaran uang akan cepat.

Sementara Dr Ali Rosidi memaparkan tentang metode penghitungan Indeks Harga Konsomen (IHK) dan manfaat inflasi. (muchtiar)

 

Posting Terkait