Pesawat TNI AU Jatuh, Kamera Wartawan Diambil

Pekanbaru – Wartawan photo yang meliput jatuhnya pesawat milik TNI AU Pekanbaru kecewa, pasalnya mereka tidak diperkenankan untuk mengambil gambar pesawat yang jatuh tersebut, prajurit TNI AU yang melakukan penjagaan disekitar lokasi kejadian langsung mengambil kamera dan bahkan menghapus gambar-gambar yang sudah diambil.


Photografer Riau Pos Said Mufti yang ditemui Riauinfo mengatakan, saat dirinya datang ke lokasi kejadian petugas langsung mengambil tas yang disandangnya, bahkan saat itu dirinya belum mengeluarkan peralatannya tersebut, tanpa kompromi tas tersebut diambil anggota TNI AU dan langsung di bawa ke kantor Kapentak.

“Sangat kecewa, ini kan kejadian, masyarakat layak tahu dan melihat photo yang kita ambil, tapi petugas sangat tidak bersahabat, mereka sepertinya ketakutan sekali dan melarang photo pesawat yang jatuh diambil,” katanya.

Hal yang sama juga dialami fotografer media lokal lainnya Aznil Fajri, bahkan Aznil yang sudah mengambil beberapa photo, kamera yang dipegangnya langsung diambil bahkan photo-photo yang sudah diambil dihapus oleh prajurit TNI AU.

Menurut ia, anggota TNI itu beralasan foto tidak boleh disiarkan karena menyangkut rahasia negara. “Kita melakukan liputan dilindungi UU, namun mereka tidak peduli, bahkan kawan-kawan TV sempat tarik-tarikan dengan prajurit TNI,” kata Aznil.

Sementara photografer lainnya terpaksa melakukan pengambilan dengan sembunyi-sembunyi dan setelah mendapat foto pesawat yang sudah dibungkus dengan parasut langsung menyembunyikan “memori card” ke saku atau ke tempat yang dianggap aman agar tidak diambil.

Seperti diketahui, sekitar pukul 10:00 WIB pesawat Sky Hawk 200 milik TNI AU Pekanbaru jatuh dengan posisi roda pesawat diatas, ketika hendak mendarat di landasan pacu Bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru.

Pilot Mayor (Pnb) Muhammad Dadang dikabarkan selamat dan saat ini sedang di rawat di rumah sakit yang tidak diketahui.

Belum ada penjelasan dari pihak yang berwenang terkait kejadian ini. Pesawat naas itu hingga kini masih berada di TKP (tempat kejadian perkara) dan belum ada keterangan kapan bangkai pesawat tempur itu dievakuasi.

Rizki: