Perjuangan Otsus Riau Tetap Terus Berlanjut

PEKANBARU (RiauInfo) – Meki dana APBD yang dianggarkan untuk Forus Nasional Perjuangan Rakyat Riau untuk Otonomi Khusus (Fornas Otsus Riau) belum cair, namun seluruh aktifitas organisasi sejak dideklarasikan 11 Januari lalu hingga kini tetap berjalan. 

Hal itu diungkapkan Koordinator Fornas Otsus Riau, Letjen (Purn) H Syarwan Hamid dalam acara jumpa pers Jumat (23/2) di Pekanbaru. Dalam kesempatan itu Syarwan Hamid didamping Wakil Koordinator Drh Chaidir MM, Ketua Fornas Hj Maimanah Umar, Serterais Ir Fakhrunnas MA Jabar dan pengurus lainnya seperti Alfitra Salamm.

Dikatakannya, Fornas Otsus Riau terus melakukan aktifitas terkait konsolidasi, sosialisasi dan kelengkapan organisasi. “Apabila dana APBD tersebut sudah cair nanti, pengurus Fornas sudah membuat perencanaan penggunaannya berasarkan Program Kerja selama tahun 2007,” ujarnya.

Menurut Syarwan lagi, dana Fornas Otsus Riau itu tentu akan dipergunakan secara bertanggungjawab sesuai komitmen awal mewujudkan status Otonomi Khusus bagi Riau.

“Secara garis besar dana tersebut akan terserap antara lain untuk kegiatan sosialisasi dan pembentukan Fornas Otsus di 11 Kabupaten/Kota di Riau, penyampaian aspirasi ke DPRD Riau sampai terbit Perda Otsus Riau dan di DPR RI dalam proses aspirasi, dialog, persiapan RUU hingga disahkannya UU Otsus Riau,” ujarnya.

Syarwan mengatakan lagi, perjuangan mewujudkan Otsus Riau ini dilakukan secara sungguh-sungguh dengan dukungan segenap rakyat Riau. “Dalam hal ini rakyat Riau sebenarnya bukan menuntut melainkan meminta kembali bagian yang semenstinya menjadi milik rakyat Riau,” tambah dia lagi.

Sementara itu Drh Chaidir MM selaku Wakil Koordinator Fornas Otsus Riau menambahkan setiap penggunaan dana Fornas Otsus Riau ini pasti dipertanggungjawabkan sesuai penggunaan yang sudah ditetapkan dalam program kegiatan yang nyata.

“Pada hakekatnya, sebagian dana Otsus itu akan kembali juga kepada rakyat melalui pembelian barang-barang kebutuhan, acara-acara menghimpun massa dalam kegiatan sosialisasi dan aktifitas lainnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, kata Chaidir lagi, para pengurus Fornas ini tidak digaji dan bekerja secara sukarela. “Makanya kami siap diaudit terkait penggunaan dana APBD ini,” tambah dua lagi.(Ad)

 

Rizki: