Perfilman Indonesia Kembali Mati Suri

1107 views

mati suriJAKARTA (RiauInfo) – Setelah mati suri pada 1992 – 2004, perfilman Indonesia kini kembali mati suri. Salah satu indikasi kenyataan yang sangat memprihatinkan itu, adalah pelaksanaan Festival Film Indonesia (FFI) 2015 yang disambut dingin oleh insan film dan masyarakat.

Pengamat film Teguh Imam Suryadi kepada Riau Info di Jakarta kemarin mengatakan banyak hal yang menyebabkan perfilman Indonesia kembali mati suri. Selain minat masyarakat yang cenderung terus menurun ke bioskop untuk menonton film nasional, regulasi tentang perfilman, terutama sekali mengenai tata edar film, juga serba tidak jelas.
Disisi lain sesama artis Indonesia juga tidak saling akur.

“Bahkan Undang Undang Perfilman yang dilahirkan tahun 2009,sejak era pertama masa pemerintahan Presiden SBY, sampai sekarang belum ada PPnya.” Ujar Imam.

Rentetan kenyataan memprihatinkan dunia perfilman nasional, kata Imam, juga bisa dilihat dari pelaksanaan FFI yang tahun ini puncak acaranya dilangsungkan di Tangerang, Banten.

Imam menyebutkan, tahun tahun lalu, pelaksanaan FFI selalu disambut hangat masyarakat. Tahun ini sepi, bahkan banyak wartawan tidak semangat mengeksposenya.

Hal senada juga diakui pengamat film Herman Widjaya. Menurut Herman, tidak usah kaget jika melihat nasib perfilman Indonesia kembali mati suri. Pasalnya, perfilman Indonesia tidak dikelola secara profesional, melainkan dikelola oleh kelompok kelompok “geng artis” yang membuat masyarakat pecinta film nasional muak.

“Tahun ini FFI misalnya dikelola oleh geng artis Olga Lidya yang juga dikenal sebagai relawan Jokowi. Artis lain yang tidak suka dengan sepak terjang Olga Lidya, tentu tidak mau mengikuti kegiatan seputar FFI 2015.” Ujar Herman Wijaya. (Ami Herman)

Posting Terkait