Perceraian Kalangan Guru Tinggi, Sebulan Bisa 4 Guru Bercerai

609 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Perceraian di kalangan guru di kota Pekanbaru makin marak saja. Dalam bulan Januari 2009 ini ada empat kasus perceraian yang diterima Badan Kepegawaian dan Administrasi Daerah (BKAD) Pekanbarum yakni dua perempuan dan dua laki-laki. 

Berita ini menjadi headline Pekanbaru Pos edisi Senin (2/2) ini berjudul “Sebulan, 4 Guru Bercerai“. Harian ini menyebutkan, Kepala BKAD Kota Pekanbaru Hermanius mengatakan setiap bulan pasti ada surat permohonan cerai ke kantornya, dan terbanyak adalah guru.

Tenggelamnya seorang mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknis, Unri, di perairan Sungai Kampar saat mengikuti kemping satu malam bersama teman-temannya menjadi berita utamaPekanbaru MX hari ini. Dalam berita berjudul “Kemping Satu Malam, Mahasiswa Ditelan Sungai Kampar“, disebutkan mahasiswa malang itu bernama Mursal Effendi (21).

Meningkatnya anggaran untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOB) Riau menjadi headline Media Riau hari ini. Terkait peningkatan dana BOS itu, Ketua PGRI Riau Drs Isjoni meminta kepada sekolah yang menerima BOS agar mempergunakan dana tersebut secara transparan dan tepat sasaran. Berita berjudul “Isjoni Gunakan Secara Transparan dan Tepat Sasaran: Bos Meningkat“.

Persiapan Riau menjadi tuan rumah PON XVIII tahun 2002 sudah berjalan dengan baik. Hal ini menjadi headline Rakyat Riau hari ini berjudul “Persiapan PON Sudah 7 Persen“. Menurut harian ini, berbagai pembangunan fisik, baik gedung maupun sarana prasarana pendukung sudah banyak yang dipersiapkan dan dibangun.

Sementara itu headline Riau Pos hari ini tentang pemerintah Mesir yang melakukan penutupan gerbang perbatasan Rafah Mesir) Palestina mulai Kamis (5/2) mendatang. Semua bantuan kemanusiaan ataupun relawan tidak dibolehkan melintasi gerbang itu. Berita ini berjudul “Mesir Blokade Gaza“.

Headline Tribun Pekanbaru hari ini tentang perang sengit yang dilakukan Capres SBY dan Megawati soal perekonomian termasuk mengenai harga BBM di sejumlah media massa. Misalnya saja di Harian Kompas (29/1) lalu iklan SBY dan Mega turun secara bersamaan. Berita berjudul “SBY-Mega Perang Sengit“.

Jurubicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan Presiden SBY tidak mempercayai informasi mengenai gerakan ABS di kalangan TNI. Hanya saja isu-osu itu perlu digelindingkan demi menjaga netralitas TNI. Berita ini menjadi headline Riau Mandiri hari ini berjudul “Isu ABS Demi Netralitas TNI“.

Berita yang sama juga jadi headline Metro Riau hari ini berjudul “TNI Terancam Pecah“. Harian ini menyebutkan pernyataan Presiden SBY tentang gerakan asal bukan calon presiden berinisial S (ABS) seorang membuka aib TNI. Isu tersebut juga bisa berdampak buruk pada wibawa dan kekompakan internal TNI.(ad)

 

Posting Terkait