PEPARNAS XIV RIAU Mulyo Kecewa Panahan Riau Tanpa Emas

614 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Provinsi Jawa Tengah berhasil merajai cabang olahraga Panahan, Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 7-13 Oktober di Provinsi Riau yang berlangsung di Stadion Panahan, Kampus Universitas Islam Riau (UIR).Jateng berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan 7 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu, diikuti DIY dengan 6 medali emas, 3 perak, 5 perunggu.

Peringkat ketiga direbut Kalimantan Timur dengan koleksi 2 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Sementara nasib sial dialami kontingen panahan tuan rumah Riau, yang pulang tanpa emas. Dari 5 atlet paralimpian yang diturunkan, tidak satupun yang berhasil mempersembahkan medali emas.

Padahal, cabor ini mempertandingkan sebanyak 16 nomor.Namun Riau bisa hanya mampu merebut 2 medali perak dan 4 medali perunggu. Dua Medali perak dipersembahkan Musahari (divisi compound open,) dan Nanang Wijanarko (recurve male wilchal)

Sedangkan Empat medali Perunggu dipersembahkan masing-masing Teguh Sutrisno (recurve Male Standing) Lusia Kismiaty (recurve famale standing) Musahari (nasional Male Open) dan Joko Wiyono, Nanang Wijanarko, Musahari (Nasional Male Tim open)

Pada pertandingan terakhir yang diharapkan bisa mempersembahkan Emas kahirnya pupus, setelah Trio Teguh Sutrisno, Musahari dan Lusia Kismiati di Divisi Nasional Mix Team tidak mampu melaju ke babak semi final setelah dikalahkan tim Kalimantan Tengah yang diperkuat Suhana, Susanto Livudi dan Deasy Olivia Christy.

Mulyo, Pelatih Panahan Riau usai pertandingan terakhir, Jumat (12/10) mengaku sedikit kecewa dengan hasil ini. Pasalnya, cabor panahan sudah diproyeksikan untuk menyumbang 2 medali emas. Namun fakta dilapangan berbanding terbalik, mental bertanding atlet Riau dikalahkan kepercayaan diri atlet Jawa Tengah dan DIY yang selalu berjumpa dibabak Semifinal dan Final.

“Memang ini diluar target kita, sebelumnya kita optimis itu bisa merebut emas di nomor compound dan dari double mix. Tetapi kenyataannya kami gagal meraih emas. Padahal peluang dan kualitas atlet kita sama dengan Jateng, tetapi faktor mental memang sangat menentukan,” jelasnya.

Namun demikian, Mulyo tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya sejak hari pertama bertanding.”Mereka (atlet,red) sudah berjuang maksimal dan berupaya merebut medali emas. Mereka sudah mempersembahkan yang terbaik bagi negeri ini,”ucapnya. (D9,D12,R7,E5)

 

Posting Terkait