Penziarah Merasa Tak Nyaman Berziarah di Perkuburan Sumbersari

659 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Baru saja menginjakkan kaki di Kompleks Perkuburan Sumbersari, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, para penziarah sudah jadi ajang rebutan para pembersih kuburan di tempat itu. Hal ini membuat para penziarah di komplek perkuburan tersebut merasa tidak nyaman.

Bahkan yang bikin tidak nyaman lagi, para pembersih kuburan yang bergaya seperti preman itu, agak memaksa menggunakan jasa mereka. Meskipun penziarah sudah melengkapi dirinya dengan cangkul dan parang, namun para pembersih kuburan yang usianya berkisar antara 12 hingga 18 tahun itu tetap memaksa agar jasanya dipakai.

Kondisi ini sangat dikeluhkan para penziarah di tempat itu. seperti yang diungkapkan Irul (31) kepada RiauInfo Senin (10/9) dia sempat ribut dengan para pembersih kuburan itu karena memaksa agar tenaga mereka digunakan untuk membersihkan kuburan yang sedang diziarahinya.

Padahal Irul sudah membawa cangkul dan parang dan sudah ada keponakannya menolong membersihkan kuburan. “Namun mereka tetap memaksa untuk ikut membersihkan kuburan. Habis itu mereka mematok uang jasa sebesar Rp 5000. Ini khan sudah tidak benar,” ujarnya dengan nada sedikit emosi.

Hal yang sama juga dialami Ny Saodah (48) warga Pesisir yang mengaku sangat merasa terganggu dengan kehadiran pembersih kuburan dengan “main paksa” terhadap para peziarah itu. Selain itu mereka juga memungut parkir di tempat itu seenaknya, dan semuan uang parkir itu pasti masuk kocek mereka.

Makanya, Ny Saodah berharap pihak kelurahan atau pihakn kecamatan segera menertibkan semua ini, jangan sampai masyarakat menjadi resah. “Kalau pihak kelurahan atau kecamatan tidak berani menertibkan mereka, tentunya bisa tolong pihak kepolisian,” jelasnya.

Dia mengatakan, komplek perkuburan itu milik umum, bukan milik kelompok preman. “Masak sekarang sepertinya milik kelompok preman. Suasana komplek perkuburan ini sudah seperti sarang preman saja. Makanya aparat harus cepat bertindak, jangan sampai masyarakat marah dan muncul konflik disini,” ungkapnya.(Ad)

 

Posting Terkait