Pengurusan Akta Kelahiran Meningkat Tajam

717 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Pembuatan akta catatan kelahiran sepanjang tahun 2008 meningkat tajam. Hal ini terkait adanya kabar di masyakarat tentang penerapan denda Rp 1 juta, bagi warga tidak mengurus. Al hasil dua badan dan dinas yang bertugas mendata kewalahan menerima layanan. 

Pelayanan akta kelahiran sepanjang tahun 2008 yang tercatat hingga saat ini mencapai 35.750 lember. Jumlah itu akan terus bertambah , karena berkas pelayanan yang ada di Badan Pelayanan Terpadu terus membludak dan belum masuk semuanya ke Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pekanbaru, jalan Mustafa Sari.

Tampak berkas pengurusan akta kelahiran masyarakat menumpuk. Sejumlah petugas pelayanan yang tampak sebuk mengecek berkas untuk diproses lebih lanjut hingga penandatanganan akte.

Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian Disdukcapil Dra Zainab, disela-sela kesibukannya dalam menyeleksi berkas akte yang masuk mengaku, super sibuk dengan banyak pengurusan akte.

Bahkan volome pengerjaan bakal makin tinggi karena banyaknya berkas pengurusan akte yang masuk sejak pertengahan Desember lalu melalui Badan Pelayanan Terpadu (BPT).

Dijelaskan Zainab, dari total 35.750 lembar pelayanan pencatatan akte kelahiran hingga saat ini terdiri dari pencatatan penetapan pengadilan (TPP)atau di atas usia satu tahun mencapai 26.050 lembar.

Untuk kategori tidak terlambat (TPP) atau usia 060 hari sebayak 5.350 lembar dababatas usia satu tahun mencapai 4.350 lembar. “Jumlah itu yang sudah diseleksi dan masuk buku, sementara yang belum masuk masih banyak lagi,” ujar Zainab.

Ditambahkannya, masyarakat tida perlu cemas mengenai akte yang diurus atas usia satu tahun akan dikenakan denda besar terkait penetapan pengadilan. Sebab ketentuan itu masih dalam proses memorandum of understanding (MoU) dengan pihak pengadilan. “Sayat idak berkapasitas mengatakan waktu kapan diterapkan, yang bukan sekarang,” ujarnya.

Diperkirakan hingga pencatatan kemarin, kepengurusan akte meningkat signifikan mencapai 10 ribu dibandingkan dengan tahun 20007 yang hanya mencapai 24.820 lembar. “Jadi, hingga sekarang diperkirakan terjadi lonjakan 25 persen, dan akan terus bertambah,” ujarnya. (muchtiar)

 

Posting Terkait