Pembangunan Infrastruktur Melangit, Investasi Melejit

Provinsi Riau terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu kunci dalam memacu pembangunan ekonomi masyarakat di Bumi Lancang Kuning. Infrastruktur yang dibangun meliputi jalan penghubung dalam Kota, antar kota, antar Kabupaten, jembatan, jalan layang (fly over) hingga jalan bebas hambatan (Tol), listrik dan infrastruktur kepentingan publik lainnya.Terlebih keberadaan industri raksasa yang kian berkembang pesat, sehingga perbaikan dan peningkatan infrastruktur menjadi sarat mutlak untuk mendukung keberlangsungan sektor pengembangan ekonomi di Riau.

Aksesibilitas untuk mendukung potensi wilayah provinsi Riau telah tersedia jaringan jalan nasional sepanjang 1.126,11 km dan jalan kabupaten sepanjang 17.971,16 km. Begitu juga di sektor perhotelan. Pada tahun 2012 saja, jumlah hotel bintang satu di Provinsi Riau tercatat sebanyak 11, hotel bintang dua sebanyak 7 unit, hotel bintang tiga sebanyak 14, hotel bintang empat sebanyak 6 unit, hotel bintang lima sebanyak 3 unit, dan hotel non bintang /melati sebanyak 301 unit. Sehingga Jumlah total hotel di Provinsi Riau pada tahun 2012 tercatat sebanyak 348 unit dengan jumlah kamar 10880 unit dan jumlah tempat tidur sebanyak 16886 unit.

Obyek wisata di Provinsi Riau hingga akhir tahun 2012 tercatat sebanyak 163 buah yang terdiri dari obyek wisata alam sebanyak 75 buah, obyek wisata buatan sebanyak 15 buah, dan obyek wisata sejarah sebanyak 73 buah. Wisatawan asing yang mengunjungi Provinsi Riau hingga akhir tahun 2012 tercatat sebanyak 1548 orang yang terdiri atas 58 orang wisatawan Amerika, 1364 orang wisatawan Asia Pasifik, dan 126 orang wisatawan Eropa. Jumlah total wisatawan domestik yang mengunjungi Provinsi Riau hingga akhir tahun 2012 tercatat sebanyak 15787 orang.

Belum lama ini, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini mengatakan, jika Provinsi Riau ingin maju maka pembangunan infrastruktur harus menjadi fokus utama.

”Pembangunan itu terutama infrastruktur listrik, jalan, pelabuhan, bandara dan sebagainya. Untuk itu Pemerintah telah mengeluarkan program MP3EI dimana Riau menjadi bagian penting dari koridor Pulau Sumatera,” kata Hediyanto dalam keterangan resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Selasa (25/6/2013).

Menurutnya, perlu juga dilakukan penyusunan strategi pembangunan infrastruktur sehingga dapat dilakukan optimalisasi dan sinkronisasi pembangunan infrastruktur antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga investasi infrastruktur selaras dengan pola tata ruang.

Hediyanto mencontohkan Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai telah menjadi isu yang menarik dalam investasi infrastruktur di Provinsi Riau. Tentu saja perlu kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang akan dilewati jalan tol ini.

Dia berharap, dengan adanya rencana penugasan dari pemerintah kepada BUMN PT. Hutama Karya realisasi pembangunan jalan tol tersebut segera dilaksanakan, mengingat adanya fleksibilitas dalam pengadaan lahan apabila dilakukan oleh BUMN.

Selanjutnya, Hediyanto menambahkan bahwa melalui Program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur) akan lebih banyak pembangunan di Provinsi Riau, sebagai contoh Pembangunan Jalan Sp. Batang menuju Dumai, Pengembangan Pelabuhan yang saat ini sudah ada 5 Pelabuhan swasta dan 1 BUMN.

”Untuk pembangunan jalan strategis yang diciptakan agar lebih banyak membangun jalan menuju pelabuhan mengingat transportasi laut lebih efisien untuk mengangkut berbagai komoditi dari Riau seperti Kelapa Sawit, Karet dan bahan tambang,” lanjut Hediyanto.

Selain melayani daerahnya, Riau juga menjadi pintu bagi beberapa Provinsi lain seperti Sumatera Utara, Jambi bahkan Sumatera Barat. Kota Dumai memiliki peran strategis untuk layanan ini, kontribusi pajak dari aktifitas pelabuhan di Kota Dumai sangat besar, sehingga infrastruktur dari dan menuju Kota ini perlu ditingkatkan.

Selain jalan, kata Hediyanto, pelayanan air bersih juga perlu diperbaiki. Penyediaan air baku yang seringkali masih kesulitan perlu diantisipasi dengan strategi pengumpulan air baku untuk kemudian disalurkan ke pusat-pusat permukiman. Strategi ini harus diawali dengan penyehatan perusahaan daerah air minum.

Menurutnya, tata ruang adalah payung hukum dalam pembangunan dan investasi infrastruktur di daerah, oleh karena itu Kementerian terkait seperti Kementerian PU dan Kementerian Kehutanan serta Pemerintah Daerah harus duduk bersama untuk membicarakan optimalisasi pembangunan infrastruktur dengan rencana tata ruang. (Adv)

Mega Proyek Menuju Pintu Gerbang Infrastruktur Asia

 

teks: Gubri HM Rusli Zainal didampingi istri serta Forkopimda meresmikan 21 proyek infrastruktur Pemprov Riau di Sport Center Rumbai, Pekanbaru, Kamis (14/3/2013).f/ humas pemprov for riau pos

Antuasias dan semangat Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP untuk mewujudkan cita-cita Provinsi Riau sebagai kutub pertumbuhan baru ekonomi nasional di kawasan barat Indonesia akan bakal terus direalisasikan. Salah satu jalannya, peresmian Mega Proyek senilai Rp1,1 triliun yang meliputi 21 proyek infrastruktur, Kamis (14/3/2013).

Gubri menegaskan bahwa Mega Proyek tersebut bukan mustahil dapat dijadikan sebagai pintu gerbang infrastruktur Asia dalam mendukung Visi Riau 2020. Untuk mencapai itu tidak hanya diperlukan komitmen Pemprov Riau, namun juga komitmen seluruh masyarakat Bumi Lancang Kuning.

”Alhamdulillah semua yang kita bangun dari tidak ada menjadi ada itu merupakan suatu perjuangan yang luar biasa, karena memerlukan momen pengorbanan dan keperluan kita bersama menjadi komitmen bersama pula,” kata Gubri usai peresmian Mega Proyek yang ditandai penandatangan prasasti di depan Stadion Atletik, Sport Center, Rumbai, saat itu.

Riau bisa menjadi pintu gerbang infrastruktur Asia, lanjut Gubri, karena memang perkembangan yang sangat pesat dalam pembangunan di pesisir pantai timur Sumatera. Riau sudah memulai dengan pembangunan di Dumai, Kuala Enok dan Buton.

Melalui peresmian yang dihadiri seluruh bupati/wali kota atau yang mewakili se-Provinsi Riau serta perangkat Satker dan pejabat di lingkungan Pemprov Riau kemarin, Gubri semakin optimis karena seluruhnya sudah membuktikan komitmen dukungan terhadap Visi Misi Riau 2020 sebagai Riau baru yang pernah dicanangkan. ”Cita-cita saya mewujudkan Riau baru bukanlah hal yang harus dihentikan, namun untuk dilanjutkan dan saya yakin pemimpin-pemimpin baru negeri ini dapat lebih meningkatkan pencapaian di berbagai bidang terutama infrastruktur karena berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat luas,” beber Rusli Zainal.

Total nilai proyek sebesar Rp1,1 T kemarin terdiri dari 21 bidang pembangunan, seperti infrastruktur keolahragaan terdiri dari 12 Venue olahraga yang sudah dimaksimalkan dan dimanfaatkan pada pelaksanaan PON XVIII lalu. Kemudian infrastruktur prasarana jalan, terdapat empat akses jalan yang diresmikan kemarin yakni fly over Sudirman-Tuanku Tambusai, fly over Sudirman-Imam Munandar, akses jalan menuju Bandara SSK II dan akses jalan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru.

Juga terdapat infrastruktur tiga bangunan atau gedung yang juga turut diresmikan sebagai salah satu item Mega Proyek yakni Menara Dang Merdu-Bank Riau Kepri, Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Gedung Dekranasda Provinsi Riau. Terakhir dua infrastruktur pendukung lain adalah Masjid Al Hidayah Kantor Gubernur Riau dan Tugu Zapin, depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman.

Langkah selanjutnya, diakui Gubri, yang perlu dilakukan adalah bagaimana pemanfaatan sarana prasarana tersebut dapat tepat guna dan tepat fungsi. ”Penggunaan dan pemeliharaan harus menjadi prioritas kita setelah diresmikan ini, maka kita juga sudah siapkan pihak terkait menjadi Badan Pengelola (BP),” tegasnya.

Gubri menambahkan, masih ada beberapa lagi yang akan diresmikan dan masih dalam tahap serah terima antara Pemprov dengan pihak ketiga sebagai penanggung jawab pembangunan. ”Masih banyak yang belum diresmikan, seperti tujuh Wisma Atlet di Pekanbaru dan infrastruktur lainnya,” sambungnya.

Sementara Stadion Utama Riau yang merupakan proyek prestisius Pemprov Riau dalam kurun lima tahun terakhir, memang kemarin belum diresmikan sebab belum ada serah terima antara pihak kontraktor kepada pemerintah. Namun Gubri mengatakan, seluruh masyarakat Riau patut berbangga karena melalui stadion berstandar internasional tersebut Riau bisa dikenal dunia.

Menurut Gubri, Stadion Utama Riau termasuk dalam salah satu dari 16 stadion terbaik di dunia 2012 lalu berdasarkan versi salah satu website internasional. Juga Stadion tersebut sudah menggelar iven berstandar internasional dan nasional.

”Dengan sudah banyak aset dan infrastruktur berstandar internasional, maka Riau bisa diketahui dunia dengan lebih baik lagi, ini harus terus dipertahankan,” harap RZ. ”Percayalah waktu dan keadaan tidak akan membatasi saya untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat, seperti dengan pengembangan infrastruktur seperti saat ini. Keberhasilan pemimpin itu terwujud apabila ia mampu melakukan perubahan positif,” lanjut Gubernur dua periode ini.

Adapun 21 mega proyek senilai 1,1trilyun yang diresmikan oleh Bapak Gubernur Riau H.M.Rusli Zainal, sebagai berikut :

1.Hall Basket di Sport Center Rumbai Pekanbaru
2.Hall Senam Sport Center, Rumbai.
3.Gelanggang Remaja Pekanbaru
4.Venue Sepak Takraw
5.Gedung Aquatic Sport Center Rumbai
6.Venues Atletik
7.Venus Panjat Tebing
8.Venue Base Ball
9.Venue panahan
10.Venue Volley Indoor
11.Venue Tenis Lapangan
12.Asrama Atlit
13.Fly Over Tuanku Tambusai
14.Fly Over Imam Munandar
15. Jalan Akses Bandara Sultan Syarif Kasim II dan Jalan Naga Sakti
16.Menara Bank Riau Kepri
17.Kantor Dinas Perhubungan Riau
18.Gedung Dekranasda Riau
19.Gedung VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II
20.Tugu Titik 0 km atau Tugu Zapin
21.Masjid Al Hidayah

Dikatakan Gubri, membangun dari tidak ada menjadi ada bukan sesuatu yang mudah, memerlukan perjuangan dan pengorbanan untuk menjadikan Riau lebih baik dimasa yang akan datang. ”Ini adalah bagian dari mimpi besar kita untuk mewujudkan Riau baru. Hal ini juga menunjukkan masyarakat Riau mampu menggapai mimpi untuk sejajar bahkan lebih dari daerah-daerah maju di negeri ini,” tutur Gubri Rusli Zainal.

Gubri menambahkan, tujuan pembangunan tidaklah hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga memberikan warisan pembangunan kepada generasi penerus yang akan melanjutkan cita-cita pembangunan daerah. Pengembangan infrastruktur dinilai juga sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat Riau atas amanah yang telah diberikan. ”Hanya orang Riau yang mengerti derita Riau dan mengetahui apa yang dinginkan masyarakat Riau untuk maju. Semoga dengan semangat ini dapat menjadikan Riau sebagai embrio untuk pengembangan infrastruktur nasional,” tambah Rusli.

Menurut Gubri yang pernah menjadi anggota Paskibraka itu, infrastruktur olahraga, jalan, jembatan dan sebagainya akan menjadi modal dasar mewujudkan cita-cita besar Riau. Yakni menjadi salah satu kutup pertumbuhan ekonomi baru nasional kawasan barat Sumatera.

”Itu tidak mustahil untuk menjadikan Riau sebagai pintu gerbang dari Asia di kawasan timur Sumatera mulai dari Dumai Kuala Enok, Buton yang saat ini sudah kita gesa. Semoga cita-cita besar ini dapat dilanjutkan oleh siapapun yang terpilih menjadi pemimpin Riau,” harap mantan Bupati Inhil itu.

Ditegaskannya, cita-cita besar Riau ini tidak boleh padam dan harus diteruskan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga apa yang telah diperjuangkan para pemimpin dan pejuang terdahulu, dapat diisi oleh generasi penerus dengan berbagai program pembangunan.

”Perubahan dan prestasi itu bukan hadiah, tetapi kerja keras dari kita semua. Kita ingin bagaimana dengan infrastruktur internasional itu, Riau dikenal dunia, terbukti Stadion Utama Riau telah mewakili menjadi salah satu nominasi stadiun terbaik di dunia pada 2012,” ulas Ketua Umum KONI Riau itu.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Riau, Ramli Walid yang menyampaikan laporan jelang peresmian kemarin mengatakan berbagai pembangunan bidang infrastruktur yang sudah dilakukan merupakan bagian dari mimpi besar Riau sebagai daerah yang cemerlang, gemilang dan terbilang. ”Kita mampu menggapai mimpi besar dengan terus berjuang dan berupaya mewujudkannya, dan terbukti dengan beberapa yang diresmikan,” ujarnya.(Adv)

 

 

Riau Tujuan Investasi

Provinsi Riau merupakan salah satu tujuan dunia investasi. Saat ini tren cukup baik diperlihatkan dalam iklim investasi di Provinsi Riau sejak Januari 2013 hingga sekarang.

Pada semester I, tercatat total investasi yang masuk ke Riau sudah mencapai Rp8,85 triliun yang didominasi sektor industri turunan kelapa sawit.

Berdasarkan data dari Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau, total investasi ini jauh meningkat dibanding periode yang sama sebelumnya. Yakni pada angka Rp7,84 triliun. Sehingga tahun ini, kemungkinan total investasi Riau hingga penghujung 2013 mendatang bisa Rp15 triliunan.

“Ada peningkatan sekitar 13 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Tren ini harus dijaga dengan iklim investasi yang aman dan nyaman bagi investor,” sebut Adizar, Kepala BPMPD ketika itu.

Dari total tersebut diketahui Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp6,71 triliun dan Penenaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp2,1 triliun dimana industri pengolahan turunan kelapa sawit sangan mendominasi sebagai minat investor untuk berinvestasi di Riau. Namun hal ini juga didukung dengan binis properti, investasi bidang energi, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pabrik gula.

Diketahui daerah terbesar mendatangkan investasi tersebut adalah Dumai yang disiapkan menjadi zona ekonomi khusus karena akses yang dimiliki wilayah tersebut. Pekanbaru masih didukung dengan investasi di bidang perhotelan dan bangunan, di bawah Bengkalis dan Siak yang juga tetap dilirik investor.

Dengan total pada semester pertama tersebut, Riau juga sudah melebih target investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia pada 2013 ini di angka Rp7,6 triliun. Tren ini harus tetap dipertahankan agar iklim investasi di Provinsi Riau terus meningkat. Meskipun investasi Riau jauh meningkat, namun secara nasional Riau masih berada di urutan ke-7 secara nasional dan tertinggi di Sumatera.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP menilai perkembangan investasi di Riau didukung karena kesungguhan Pemprov yang pro investasi dan pro bisnis. ”Kami ingin menjadikan Riau sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu. Tantangan kita hari ini adalah, perlu langkah konkrit dengan sinergi bersama kabupaten/kota. Sehingga dapat mempercepat perkembangan Riau,” papar Gubri.

Dengan kesungguhan itu, diharapkan Riau dapat terus maju dan bersaing sebagai bagian dari Indonesia di tingkat internasional. Salah satunya dengan Riau Expo yang dilaksanakan secara rutin tiap tahun.

Provinsi Riau merupakan provinsi yang cukup aman untuk berinvestasi. Pasalnya, Riau memiliki letak yang sangat strategis, berada di kawasan koridor Sumatera, dekat dengan jalur perdagangan dunia di Selat Malaka dan dekat dengan negara-negara ekonomi di Asia Tenggara,

“Riau sangat aman dan nyaman dibandingkan dengan keadaan provinsi lain. Tidak ada tsunami dan gempa bumi di Riau. Tidak ada gunung meletus. Masyarakat cukup harmonis, tidak terjadi gejolak antar agama, suku, konflik masyarakat seperti provinsi lainnya. Itu menjadikan Provinsi Riau aman untuk berinvestasi,” ungkap Mambang Mit.

Namun diakuinya, iklim dan letak yang strategis tidak cukup untuk mendatangkan orang atau kalangan investor datang ke Riau menanamkan investasinya. Dukungan sarana dan prasarana infrastruktur penunjang sangat menentukan. Baik sarana jalan, jembatan, pelabuhan, air bersih, listrik dan lainnya.

Untuk itu, Pemprov Riau terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Pusat untuk menggaet dana APBN untuk memperbaiki sarana infrastruktur yang dibutuhkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemerintah (Sekdaprov) Provinsi Riau, Zaini Ismail, menyatakan optimistis daerah ini mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang dipatok sebesar 7,81 persen.

“Riau optimistis mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,81 persen merujuk atas keberhasilan pecapaian target tahun 2011 dan 2012 yang terus meningkat dari 7,63 persen menjadi 7,76 persen,” kata Zaini Ismail.

Zaini yang mewakili Gubernur Riau mengatakan pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan target peningkatan investasi dalam negeri dan luar negeri. Untuk tahun 2013, kata dia, peningkatan investasi luar dan dalam negeri sudah mencapai sebesar Rp59,724 miliar.

“Oleh karena itu target tersebut diyakini akan tercapai apalagi Provinsi Riau sampai kini merupakan daerah dengan tingkat investasi PMDN secara nasional dan berada pada posisi ketujuh,” katanya.

Sementara itu untuk investasi PMA secara nasional berada pada posisi ke enam. Untuk lebih meningkatkan investasi tersebut masih harus didukung antara lain dengan penyiapan kawasan industri, infrastruktur dasar, infrastruktur kepelabuhanan dan memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan.

Berkaitan dengan infrastruktur kepelabuhanan, Pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan fungsionalisasi transportasi ASDP seperti Ro-Ro Dumai-Pualu Ruoat dan Ro-Ro Buton, Selat Panjang (Kabupaten Meranti).

Upaya ini dilakukan untuk lebih meningkatkan aksesbilitas serta mobilitas pergerakan orang, barang dan jasa. Pemrov Riau juga memprioritaskan pembangunan pelabuhan rakyat yang terintegrasi dengan transportasi darat guna penyamarataan akses bagi percepatan pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat.

Terpisah, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian BKPM RI, Azar Lubis menilai Provinsi Riau merupakan salah satu tujuan dunia investasi. Riau ada di posisi tiga besar nasional untuk tingkat investasi, setelah Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Selain itu, iklim investasi juga terus memperlihatkan perkembangan positif. “Riau termasuk regional champion untuk investasi. Kami tidak pernah ragu dengan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam pengembangan investasi,” tuturnya. (Adv)

8 Agenda Menggaet Investor

Sebelumnya, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menilai perkembangan investasi di Riau didukung karena kesungguhan Pemprov yang pro investasi dan pro bisnis.

“Kami ingin menjadikan Riau sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu. Tantangan kita hari ini adalah, perlu langkah konkrit dengan sinergi bersama kabupaten/kota. Sehingga dapat mempercepat perkembangan Riau,” papar Rusli Zainal.

Dengan kesungguhan itu, diharapkan Riau dapat terus maju dan bersaing sebagai bagian dari Indonesia di tingkat internasional. Salah satunya dengan Riau Expo yang dilaksanakan secara rutin tiap tahun. Terkait pelaksanaan Riau Expo, ia mengharap acara ini jadi ajang positif dalam promosi Riau ke tingkat nasional. Event ini juga diharap mendatangkan efek pengganda bagi pembangunan dan masyarakat Riau.

Dalam upaya untuk meningkatkan iklim investasi, Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau memiliki delapan agenda utama.

Kepala BPMPD, Irhas Irfan mengatakan delapan agenda tersebut berkaitan perbaikan pelayanan dan perbaikan infrastruktur. Menurutnya, potensi investasi di Riau sangat baik dan menguntungkan.

Selain itu, katanya, Pemprov sudah mulai membuat peta potensi wisata di masing-masing daerah, sehingga para calon investor diberikan kemudahan dalam merencanakan investasinya di Riau.

“Melihat perkembangan investasi di Riau yang selalu melebihi target, makanya perlu langkah yang strategis untuk membangun Riau ke depan,” katanya.

Berdasarkan data BPMPD Riau, total realisasi investasi di Riau hingga September 2013 mencapai Rp14,5 triliun atau melebihi sekitar 90,5% dari target yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang hannya sekitar Rp7,6 triliun.

8 Agenda Peningkatan Investasi di Riau
1. Mempersiapkan kelembagaan, SDM, ketatalaksanaan
2. Meyediakan peta potensi investasi daerah
3. Mengidentifikasi proyek investasi unggulan
4. Membentuk tim koordinasi pemantapan iklim investasi di daerah
5. Optimalisasi tim koordinasi LKPM daerah
6. Mendorong pemberian insetif dan kemudahan penanaman modal di daerah
7. Mendorong perkembangan kawasan industri dan kawasan strategis terpilih
8. Mendorong peningkatan iklim investasi yang kondusif di daerah. (Adv)

Rizki: