Pelacur yang Beroperasi di Lokalisasi Teliju Didata

PEKANBARU (RiauInfo) – Dalam waktu dekat ini ‘Teliju’ akan hanya tinggal nama saja. Sebab Pemko Pekanbaru akan menutup lokalisasi terbesar di Sumatera itu. Sebelum ditutup, saat ini para pelacur yang beroperasi di lokalisasi tersebut didata untuk menanganannya nanti.

Berdasarkan data sementara, jumlah pelacur yang beroperasi di Teliju ternyata cukup besar. Jumlah mereka mencapai 300 orang, berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Kereka selain beroperasi di Teliju juga menetap di lokalisasi yang berada di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru itu.

Kepala Dinas Sosial Pekanbaru Kusnimar Abdullah kepada wartawan Senin (17/12) mengatakan pendataan terhadap para pelacur itu perlu dilakukan dalam upaya penanganannya setelah lokalisasi tersebut ditutup. “Mereka tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja, tapi harus ditangani lebih lanjut,” jelasnya.

Penanganan itu, menurut dia, diantaranya degan memberikan berbagai pelatihan yang bakal diperlukan mereka sebagai bekal nantinya setelah turun ke tengah masyarakat. “Diharapkan setelah Teliju ditutup, para WTSnya bisa mengalihkan profesinya ke pekerjaan yang lebih baik,” ungkapnya.

Kusnimar belum bisa memastikan kapan lokalisasi tersebut ditutup total. Yang jelas, menurut dia, rencana penutupan itu memang ada, tapi belum dipastikan kapan dilakukan. Makanya sebelum ditutup, para WTS perlu didata berapa jumlahnya dan kemana diarahkan nantinya.(Ad)

 

Rizki: