Pekanbaru, Dumai dan Duri Rawan Kegiatan Perdagangan Manusia

785 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Tiga kota di Riau yakni Pekanbaru, Dumai dan Duri dinilai sebagai kota paling rawan kegiatan perdagangan manusia, khususnya perempuan (trafficking). Sebab letak ketiga kota ini sangat strategis, berdekatan dengan luar negeri. 

Anggota Perwakilan Daerah (DPD) RI, Instiawati Ayus SH MH dalam keterangannya kepada wartawan Slasa (8/5) di Pekanbaru mengatakan, kegiatan Trafficking itu terus mengalami peningkatan dalam hal kasusnya dari waktu ke waktu.

Dikatakannya bahwa trafficking di Riau sangat berkaitan dengan geografis dan aktivitas perdagangan lainnya di Riau yang relatif sibuk. Kedekatan dengan negara tetangga seperti Singapura juga menjadi alasan maraknya trafficking di Riau.

Riau yang merupakan daerah yang banyak menjadi daerah transit serta deportasi TKI (tenaga kerja Indonesia) serta TKW (tenaga kerja wanita) juga menjadi stimulan banyaknya kasus trafficking di Riau.

Sementara itu Otaya Purbalistyani mengatakan, karena maraknya trafficking di Riau, maka pihaknya bermaksud mengadakan seminar dengan tema ‘Pemberantasan Trafficking di Riau”.

Otaya yang bertindak selaku ketua panitia ini menyatakan bahwa seminar direncanakan akan dilaksanakan pada 10 Mei 2007 mendatang. Hanya saja, karena Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof Dr Meutia Hatta tak bisa hadir dalam kesempatan itu, maka seminar diundur pada 7 Juni 2007 mendatang.

“Kita memang meminta Bu Menteri untuk dapat menjadi key note speakernya. Makanya kita sesuaikan dengan jadwal beliau,” ujarnya. Seminar ini rencananya akan diikuti oleh 500 orang peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, LSM, ormas, akademisi, organisasi perempuan se-Riau, bidang perempuan di pemerintah provinsi/kabupaten/kota se-Riau, BEM se-Riau dan lainnya.

Adapun pembicara yang akan mengisi seminar ini antara lain adalah Prof Dr Hj Meutia Hatta, Instiawati Ayus SH MH sebagai moderator, Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Kapolda Riau, Brigjen Pol Sutjiptadi, Ketua Pusat Data dan Informasi Perempuan Riau (Pusdatin Puanri), Dra Hj Septina Primawati, dan Duta PBB untuk trafficking, Dewi Hughes.(Ad)

 

Posting Terkait