Pasca Bentrok dengan Polisi, 400 Warga STR Sembunyi di Hutan dan Kelaparan

562 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Pasca bentrokan dengan polisi saat pengosongan lahan PT Arara Abadi (PT AA), kini sekitar 400 warga Serikat Tani Rakyat (STR) yang umumnya wanita dan anak-anak bersembunyi di hutan. Mereka kini dalam kondisi memprihatinkan dan terancam kelaparan. 

Berita ini menjadi headline Metro Riau hari ini berjudul “400 Warga Sembunyi di Hutan“. Harian ini menyebutkan para wanita dan anak-anak yang bersembunyi di hutan itu terancam kelaparan karena mereka tidak memiliki stok makanan. Mereka enggan keluar dari hutan karena takut ditangkap.

Sementara itu berita utama Pekanbaru Pos hari ini tentang teganya Dani, warga Rumbai Pesisir yang tegas menghajar istrinya hingga tewas. Sebelum tewas, tersangka sempat membawa korban ke RSUD Arifin Ahmad. Namun di rumah sakit ini korban menghembuskan nafasnya terakhir. Berita berjudul “Istri Tewas Dihajar Suami“.

Berita yang sama juga jadi headline Pekanbaru MX hari ini berjudul “Pedagang Cabe Hajar Istri Hingga Tewas“. Harian ini menyebutkan antara korban dan suaminya memang sudah sering cekcok. Beberapa teman korban bahkan pernah menyarakan untuk pisah saja, tapi korban tidak mau karena merasa sangat sayang dengan suaminya.

Disahkannya RUU Pembentukan Kabupaten Meranti dalam sidang paripurna DPR RI kemaren menjadi headline Riau Pesisir hari ini. Dalam berita berjudul “Meranti Bersorak, Mandau Menangis” itu disebutkan untuk menyambut pengesahan Kabupaten Meranti itu warga sempat melakukan syalawat badar usai paripurna.

Berita yang sama juga jadi headline Riau Mandiri hari ini berjudul “Meranti Sah Jadi Kabupaten“. Harian ini menyebutkan ratusan warga Meranti yang hadir di senayan dengan pakaian adat lansgung menyambutnya dengan mengekpesikan sambil melompat dan berteriak “Merdeka”.

Riau Pos juga mengangkat berita yang sama sebagai headlinenya berjudul “Meranti Kabupaten Baru“. Harian ini menyebutkan rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPR RI HR Agung Laksono itu disambut dengan suka cita para pendukung pembentukan Kabupaten Meranti baik yang di Jakarta maupun di Selatpanjang.

Harian Tribun Pekanbaru juga mengangkat suasana gembira pasca disahkannya RUU Pembentukan Kabupaten Meranti itu. Kabar pengesahan kabupaten Meranti itu begitu cepat sampainya di Selatpanjang. Ribuan warga berkumpul di Taman Cik Puan yang berlokasi di pusat kota. Sebagian melakukan sujud syukur. Berita berjudul “Warga Langsung Sujud Syukur“.

Begitu pula halnya dengan Koran Riau hari ini. Dalam beritanya berjudul “DPR RI Sahkan Kabupaten Meranti” disebutkan setelah disahkan RUU pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti, maka paling lambat enam bulan sejak disahkan RUU-nya, pembentukannya harus diresmikan dan dilantik pejabat sementara bupati.

Sedangkan Media Riau hari ini beritanya lebih terfokus pada pembahasan yang dilakukan DPRD Riau terhadap RAPPBD 2009. Menurut harian ini, karena mengejar waktu pengesahan pada 22 Desember mendatang, maka Jumat (19/12) malam Panggar DPRD Riau menyampaikan laporannya dalam sidang paripurna DPRD Riau. berita itu berjudul “RAPBD Rp 4,05 T Sudah Dibahas“.(ad)



Posting Terkait