Pariwisata Yogyakarta Perlu Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan

576 views
news6184YOGYAKARTA (RiauInfo) – Pada hakikatnya, seseorang pergi bertamasya untuk melepaskan diri sejenak dari ragam rutinitas yang membelenggu atau hanya sekadar untuk mencari inspirasi dan ide-ide segar. Oleh sebab itu, wisatawan akan mengunjungi tempat wisata yang memberikan keamanan dan kenyamanan kepadanya.

Bila dua hal ini telah terpenuhi, tempat wisata tersebut akan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Sebaliknya, segencar apapun promosi dilakukan, bila dua hal di atas tidak terpenuhi, dengan sendirinya objek wisata tersebut akan dilupakan orang.

Hal inilah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Marsono, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada dialog “Tantangan Dunia Pariwisata Yogyakarta” di ruang pertemuan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Jumat siang (22/08/08).

Hadir pula sebagai narasumber dalam dialog tersebut antara lain Drs. H. Tazbir, M.Hum (Kepala Badan Pariwisata Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta), Mohammad Akhiruddin (dari Melia Purosani Hotel), dan Danang (dari Jogjakarta Plaza Hotel). Tampak hadir sebagai tamu undangan, perwakilan dari Bank Bumi Putra Yogyakarta, perwakilan dari Yayasan Umar Kayam (YUK), mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta, kalangan pers, dan para staf BKPBM.

Sebelum dialog dimulai, Nursaed Ali Rido (Pimpinan Redaksi MelayuOnline.com) menjelaskan bahwa diadakannya dialog tentang pariwisata ini merupakan bentuk komitmen BKPBM dalam memajukan pariwisata Indonesia, supaya seluruh potensi wisata, baik yang berbentuk benda maupun non-benda, dapat menyejahterakan masyarakatnya.

Budaya sebagai salah satu potensi terbesar wisata Yogyakarta harus dijaga dan dikelola sebaik-baiknya, tidak sekadar diagung-agungkan karena memiliki nilai-nilai historis dan kultural yang adiluhung.

Untuk mendorong kunjungan wisatawan ke Yogyakarta, Marsono menekankan pentingnya jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan. Ia membeberkan beberapa hal yang cukup mengganggu wisatawan di Yogyakarta, seperti sikap sopir taksi bandara yang kurang sopan, sopir angkutan kota yang ugal-ugalan, penarik becak yang suka memaksakan kehendak kepada penumpang, kebersihan toilet stasiun yang tidak terjaga, dan para pedagang yang mematok harga terlalu mahal. “Padahal citra aman dan nyaman adalah kunci sukses dunia pariwisata”, tegasnya.

Senada dengan Marsono, Mohammad Akhiruddin melihat bahwa kunci sukses dunia pariwisata terletak pada public service, baik itu insfrastruktur, fasilitas, maupun transportasi.

Sementara itu, Danang lebih menitikberatkan pada aspek budaya. Ia berpendapat bahwa dewasa ini budaya lokal masyarakat Yogyakarta mulai tergerus oleh derasnya penetrasi budaya asing. Hal ini berdampak negatif terhadap kunjungan wisatawan ke kota pelajar ini. Selain itu, minimnya dukungan pemerintah dalam mempromosikan obyek wisata dan kurang terawatnya obyek-obyek wisata, menurut Danang, kian menyurutkan minat wisatawan datang ke Yogyakarta.

Berbeda dengan pembicara-pembicara sebelumnya, Tazbir menilai, dunia wisata Yogyakarta justru mengalami banyak kemajuan. Menurutnya, perlahan-lahan dunia pariwisata Yogyakarta menggeliat secara signifikan. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya maskapai penerbangan yang membuka rute penerbangan ke Yogyakarta. Begitu juga dengan pengelola hotel dari berbagai tipe yang kelabakan memenuhi permintaan wisatawan yang ingin menginap.

“Image Yogyakarta cukup bagus di mata wisatawan asing, dan akses menuju kota ini juga sudah cukup baik. Tinggal bagaimana mengoptimalkan segenap potensi yang ada dengan didukung penyelenggaraan event-event yang unik sesering mungkin, sehingga semakin banyak wisatawan tertarik berkunjung ke Yogyakarta”, tandasnya.

Pada akhir dialog yang dipandu oleh Yuhastina Sinaro (Humas BKPBM) itu, Hadi Kurniawan (Pelaksana Harian BKPBM) memberikan cenderahati kepada semua pembicara berupa buku berjudul Rumah Melayu karya Mahyudin Al Mudra (Pemangku BKPBM). Di sela-sela penyerahan cenderahati tersebut, Yuhastina berharap, melalui dialog yang intensif akan terbangun jalinan kerjasama semua pihak untuk memajukan pariwisata Indonesia.(ad)


Posting Terkait