Nilai Ekspor Non Migas Riau Merosot 50% Lebih

570 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Ekspor Kepulauan Riau (Kepri) tidak masuk hitungan Riau Daratan lagi, baik nilai maupun jumlah volumenya sejak dua tahun terakhir. Hal ini mengakibatkan ekspor non migas Riau menurun drastis dan terjun bebas mencapai 50% lebih dari sebelumnya.

Pada 2004 masih termasuk Kepri, nilai Ekspor non migas Riau seharga 7,70 miliar US Dolar. Setelah mekarnya Kepulauan Riau terhitung sejak 2005, nilai ekspor non migas Riau Daratan merosot separuh hingga tercatat hanya seharga 3,14 miliar US Dolar saja. Walau di tahun ke dua, yakni pada 2006, nilainya sedikit menanjak mencapai 3,76 miliar US Dolar, hal ini belum menunjukkan pencerahan bagi ekspor non migas Riau Daratan.

Secara selaras, penurunan nilai ekspor non migas tersebut dipengaruhi oleh turunnya volume eksport non migas tersebut. Pada 2004, tercatat volume ekspor non Migas Riau seberat 25,3 juta ton. Namun saat mekarnya Kepri pada 2005, volume ekspor non migas Riau Daratan hanya seberat 8,9 juta ton saja. Meski pada 2006 menanjak mencapai berat 10,6 juta ton, keadaan tersebut masih jauh separuh dari volume ekspor sebelum mekarnya Kepri dari Provinsi Riau.

Jika dirunut saat Kepri masih dalam hitungan ekspor tersebut, baik nilai maupun volume eksport non migas sejak 2001 hingga 2004, kenaikan tiap tahunnya mencapai 10% lebih. Seperti pada 2001, nilai total ekspor non migas Riau seharga 5,6 miliar Dolar, pada 2002 tertera sejumlah 6,5 miliar US Dolar, saat 2003 tercatat 7,1 miliar US Dolar dan naik lagi ketika 2004 hingga menjadi 7,70 miliar US Dolar seperti tersebut di atas.

Upaya mengangkat nilai dan volume ekspor Riau Daratan dari keterpurukan ini telah dilakukan oleh Disperindag Riau. Seperti menggelar beberapa seminar dan pelatihan ekspor bagi pengusaha atau produsen non migas tiap tahunnya. Selain itu, Disperindag juga memfasilitasi berbagai transaksi komoditi non migas secara teknis proses jual-beli eksportir dan importir dengan mempertemukan mereka di berbagai ajang pasar lelang.

Data tersebut adalah terjemahan RiauInfo.com dari dokumen Ditjen Bea Cukai yang dirangkum Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, melalui Subdinas Perdagangan Luar Negeri Disperindag Riau.(Surya)

Posting Terkait