Nenek Obama Pasang Solar Panel: Greenpeace

664 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Kelompok anak-anak muda Greenpeace, Solar Generation di Kogelo, Kenya 20 Agustus 2009 lalu bekerja sama dengan Mama Sarah –nenek dari Presiden Amerika Serikat Barrack Obama—memasang solar panel di rumah Mama Sarah dan di sebuah sekolah dimana Obama pernah menuntut ilmu.

“Saya sangat senang karena rumah saya bisa berkembang, terima kasih kepada energi matahari dan saya akan pastikan cucu saya mengetahui hal ini. Tenaga matahari adalah sumber energi yang bersih, bisa diandalkan dan terjangkau, tidak seperti parafin yang saat ini banyak digunakan di daerah ini. Selain itu, kami punya anak-anak muda di desa ini yang sudah punya kemampuan untuk mengembangkan sistem solar ini,” ujar Mama Sarah.

Instalasi Solar Panel ini adalah bagian dari workshop 20 hari mengenai Energi Terbaharui yang diselenggarakan Solar Generation Greenpeace, yang diikuti 25 peserta dari komunitas anak muda Kibera dan anak-anak muda anggota Nyang’ Oma Kogelo.

Di ajang ini anak-anak muda Kenya itu mempelajari bagaimana panel solar photovoltaic bisa menghasilkan listrik dari sinar matahari, bagaimana melakukan instalasi dan merawatnya, serta memproduksi sendiri lampu solar dan mempelajari cara memasarkannya.

“Workshop dan praktek instalasi tenaga surya adalah kesempatan penting bagi kami untuk mengembangkan kemampuan kami di bidang instalasi energi terbaharui ini. Kami tidak saja bisa berperan aktif untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim di Kenya, tetapi juga bisa mendapat sumber mata pencaharian,” jelas Robert Kheyi, Koordinator Komunitas Anak Muda Kibera.

Kenya, seperti halnya negara-negara lain di Afrika, sudah merasakan langsung dampak buruk perubahan iklim. Beberapa tahun terakhir curah hujan di sana menurun drastis. Kekeringan melanda membuat masalah besar di bidang pertanian, dan sulit bagi mereka untuk mengandalkan pembangkit listrik tenaga air.

Dengan kondisi ini, berinvestasi di teknologi tenaga matahari menjadi strategi yang sangat menguntungkan. Itu bisa memperkuat ekonomi dan melindungi lingkungan, selain memastikan Kenya punya suplai energi bersih dan dapat diandalkan.

Industri tenaga matahari sudah dalam tahap siap dan mampu memenuhi kebutuhan. Tidak ada lagi hambatan teknologis untuk mengaplikasikan teknologi solar, yang ada hanyalah hambatan politis yang harus segera diatasi bersama.

“Ini saatnya negara-negara Industri memberi kami sesuatu. Pada pertemuan iklim di Kopenhagen Desember mendatang, Presiden Obama dan pemimpin dunia lainnya harus sepakat untuk melakukan langkah mencegah semakin buruknya perubahan iklim, termasuk sepakat untuk membiayai proyek seperti ini di negara-negara berkembang,” Abigail Jabines, Koordinator Kampanye Solar Generation Greenpeace menegaskan.

Greenpeace mendesak negara-negara maju untuk memberi US$ 140 miliar per tahun untuk mendukung langkah-langkah adaptasi iklim, mitigasi dan perlindungan hutan di negara berkembang. Dengan hanya 15 minggu tersisa jelang Pertemuan Iklim PBB di Kopenhagen, Greenpeace mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil teladan dari anak-anak muda Kibera dan Kogelo ini, dan mewujudkannya dalam komitmen nyata di Kopenhagen mendatang.(ad)

 

Posting Terkait