NASIB MALANG BOCAH TIDAK PUNYA ORANG TUA Fais Diduga Menghidap Penyakit Kekurangan Darah

BANGKINANG (RiauInfo) – Sungguh malang nasib bocah yang berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama oleh ibu angkatnya Fais Rahmatullah. Dia dilahirkan dari rahim seorang ibu yang tidak mau merawat dan membesarkannya, dia waktu itu ditemukan terlantar dirumah sakit RSUD Bangkinang, dan Fais diambil oleh seorang janda ibu rumah tangga dengan tiga orang anak yang telah dibesarkannya.

“Fais yang waktu itu telantar, tidak ada seorangpun yang mau merawatnya dikala itu. Saya dapat informasi yang kebetulan ada yang mencari ibu angkat untuk Fais, saya langsung bersedia dan semua persyarakatan telah diurus oleh pak Hafis dari Sekretaris P2TP2A Kabupaten Kampar waktu itu. berjalan beberapa bulan saya ditawari oleh salah seorang agar anak yang saya asuh itu dititipkan saja di panti asuhan tempat orang yang menawarkan itu. Karena keadaan ekonomi yang memang sulit waktu itu dengan berat hati Fais saya relakan dirawat dan diasuh oleh pemilik panti itu, itulah awalnya saya sehingga Fais sampai dirumah sakit ini. Saya sangat menyesal sekali telah menitipkan Fais kepada orang itu, pada waktu itu saya tidak tahu, rupanya Fais tidak dirawat maupun diasuh seperti saya merawat Fais,” ungkap Ririn Fitriyanti ibu angkat Fais warga SP 2 Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang Seberang Kabupaten Kampar kepada wartawan yang ditemui di ruang perawatan anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Sabtu (08/01/2011) kemarin.

Diungkapkan Ririn, kalau begini jadinya, tidak akan dia mau menitipkan Fais kepada pemilik panti tersebut, padahal apa yang dikatakan pemilik panti itu kepada dia, bahwa pemilik panti berjanji merawat Fais, tapi apa yang terjadi, Fais terlantar hingga sakit seperti ini.

“Saya tidak akan lagi mau memberikan Fais kepada siapa saja, tanpa terkecuali. Biarlah dengan keadaan apapun saya akan merawat Fais dengan segala kemampuan yang ada. Kenapa saya mau merawat dan membesarkan Fais, karena nasib saya hampir sama, cuma bedanya saya sama Fais adalah kedua orang tua Fais masih ada namum orang tua saya tidak diketahui sama sekali,” beber Ririn dengan wajah yang sendu hampir meneteskan air mata ketika memceritakan apa yang dialami Fais.

Fais Rahmatullah ternyata tidak sendiri, Sabtu (08/01/2011) kemarin sekitar pukul 12.30 Wib di ruangan perawatan anak di RSUD Bangkinang dibesuk oleh salah satu anggota Komisi II DPRD Kampar Triska Felly dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mantan anggota DPRD Kampar Nasir Domo, Sekretaris P2TP2A Kabupaten Kampar Hafis Tohar dan dua orang wartawan yang waktu itu ikut membesuk Fais yang sedang terbaring di tempat tidur.

“Saya dapat informasi dari pengurus P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak) Kabupaten Kampar, makanya saya langsung berangkat ke RSUD Bangkinang untuk melihat kondisi anak tersebut. Tadi saya sempat berbincang-bincang dengan Fais yang ditemani oleh orang tua angkatnya. Saya salut dan bangga dengan apa yang dilakukan oleh Ibu Ririn yang dengan tulus merawat Fais. Inilah yang perlu sama-sama kita carikan solusi bagaimana Fais yang katanya menderita sakit kekurangan darah atau yang biasa disebut Lekuemia. Memang dalam UU kan sudah ada bahwa anak-anak terlantar, pakir miskin menjadi tanggung jawab negara, jadi mari kita semua elemen masyarakat secara bersama-sama memberikan bantuan dan sumbangan untuk membiayai Fais agar bisa sembuh. Sampai saat ini, penyakit yang diderita oleh Fais belum diketahui secara pasti, namun dugaan sementara baru lekuemia saja,” kata Triska Felly.

Felly juga menambahkan, dia akan membicarakan bagaimana jalan agar Fais bisa dirawat dan dicek penyakit yang dideritanya.” Saya nanti akan membicarakan hal ini dengan pak Sekda, apa solusi yang akan diambil oleh Pemkab Kampar. Selain itu saya juga telah melakukan konsultasi dengan pihak terkait bagaimana agar Fais mendapatkan Jamkesmas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Pihak RSUD melalui Direkturnya juga akan saya bicarakan, Fais ini harus dirujuk ke Rumah Sakit di Padang untuk mendiag nosa penyakitnya,” ujar anggota DRPD Kampar yang duduk di Komisi II.

Senada dengan itu juga diungkapkan oleh Mantan Anggota DPRD Kampar Nasir Domo, Seharusnya Pemkab Kampar dalam hal ini cepat tanggap dan tidak harus menunggu laporan, kalau sudah ada mendengar berita begini, apalagi Fais ini anak yang tidak punya orang tua sama sekali yang hanya dibesarkan oleh seorang janda dengan tiga anak.

“Saya terenyuh sekali melihat Fais, seharusnya anak ini tidak terjadi begini seandainya kedua orang tuanya tidak lari dari tanggung jawabnya. Mari kita bantu anak ini untuk supaya penyakit yang dideritanya bisa diobati agar bisa sembuh. Saya sempat berbicang dengan Fais, rupanya anaknya pintar dan cerdas, dengan lugas saja dia menjawab segala pertanyaan yang saya tanyakan,” imbuh mantan pengurus partai GOLKAR Kabupaten Kampar.

Sementara itu Hafis Tohar juga menyampaikan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk membantu Fais.” Saya dari pengurus P2TP2A Kabupaten Kampar yang terus memantau perkembangan Fais ini meminta kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Kampar untuk memberikan bantuan maupun sumbangan agar Fais bisa diobati dan semoga dengan adanya bantuan kita semua Fais dapat sembuh dari penyakit yang dialaminya. Berbagai cara sudah saya lakukan namun hanya sampai seperti ini saja yang bisa saya berikan. P2TP2A tidak bisa berbuat banyak, dengan segala keterbatasan, tidak seperti saya di KPAID,” kata Sekretaris P2TP2A Kabupaten Kampar.

Hafis juga menegaskan, apa pun jalan nya dia akan terus mencarikan bantuan temasuk kepada masyarakat yang mau menyumbangkan sebahagian rejekinya untuk membantu pengobatan penyakit yang diderita Fais.” Saya sekuat tenaga dan dengan segala kemampuan yang ada akan mencarikan solusi bagaimana Fais bisa sembuh,” terang Hafis mantan pengurus KPAID. (arief)

Rizki: