Mulai “Sala Lawuak” Sampai Sop Kerang

PEKANBARU (RiauInfo) – Selama bulan Ramadhan ini banyak bermunculan pasar Ramadhan di sudut-sudut kota Pekanbaru. Salah satunya di halaman mesjid Muhammadyah Jalan KH Ahmad Dahlan yang digelar oleh pengurus mesjid tersebut. Disini tersedia berbagai macam makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Selama bulan Ramadhan ini sejak pukul 15.00 Wib pada pedagang makanan dan minuman berbuka puasa sudah berdatangan untuk menggelar dagangannya. Makanan yang digelar disini bermacam-macam, mulai dari kue-kue seperti sala lawuok, kue sarabi, pastel, dan sebagainya, sampai lauk pauk seperti ikan bakar, ayam goreng, gulai usus dan sop kerang.

Dalam tiga hari Ramadhan ini tempat tersebut banyak didatangi masyarakat yang membutuhkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Banyaknya variasi dari jenis makanan dan minuman yang dijual di tempat ini membuat minat masyarakat untuk mendatanginya jadi tinggi, selain harganya juga terjangkau.

Malik (34) salah seorang pedagang lauk pauk mengatakan sudah 3 tahun terakhir ini dia berjualan di di halaman mesjid Muhammadyah. “Kalau hari biasa saya berjualan rokok di pinggir jalan, tapi selama Ramadhan ini saya menjual lauk pauk untuk berbuka puasa di tempat ini,” jelasnya.

Menurut dia, penghasilan yang diperolehnya dari Pasar Ramadhan ini jauh lebih besar dibandingkan pekerjaannya sebagai penjual rokok. “Bila hari biasa saya hanya mendapat sekitar Rp 50 ribu sehari, di Pasar Ramadhan ini bisa mendapat untuk di atas Rp 75 ribu,” ungkapnya.

Adanya tambahan penghasilan ini, menurut ayah dari 2 orang anak ini, merupakan salah satu rahmad yang diberikan Allah dalam bulan Ramadhan ini. “Jadi bagi saya Ramadhan benar-benar bulan yang penuh rahmad,” ungkap dia lagi.

Hal yang sama juga diungkapkan Ny Nurmi (41) salah seorang pedagang minuman di tempat yang sama. Dia mengatakan dari usahanya menjual minuman di Pasar Ramadhan ini, sehari bisa mendapatkan keuntungan sampai Rp50 ribu. Sedangkan pada hari biasa dia tidak punya penghasilan karena hanya sebagai ibu rumah tangga saja.

Menurut istri salah seorang PNS ini, memang tidak setiap hari biasa mendapatkan keuntungan. Kalau cuaca kurang baik, misalnya mendung atau hujan, malah merugi karena tidak ada pembeli. “Ya namanya juga usaha, tentu ada untuk dan ada ruginya juga,” tambah dia lagi.(Ad)



Foto Lainnya:


Rizki: