Minyak dan Lemak Nabati Peringkat Pertama Ekspor Non Migas Riau

PEKANBARU (RiauInfo) – Data realisasi ekspor barang-barang non migas di Riau sejak Januari hingga Maret 2007 tercatat senilai 1,087 juta US Dolar. Nilai tertinggi dari realisasi tersebut ddiduduki oleh produk minyak dan lemak nabati dari 21 jenis kelompok produk lainnya.

Produk minyak dan lemak nabati pada Januari 2007 sosialisasi ekspornya senilai 119,364 ribu USD. Sedang pada Februari meningkat menjadi 336,261 ribu USD. Namun pada bulan Maret 2007, produk ini hanya mensosialisasikan ekspor senilai 148,777 ribu USD.

Selanjutnya data tersebut memposisikan pulp dan kertas dari tiga bulan pertama 2007 pada peringkat dua. Terlihat Pulp dan kertas pada Januari terhitung ekspornya senilai 58,886 ribu USD. Sedang pada Februari, Pulp dan kertas ekspornya meningkat menjadi 67,273 ribu USD. Akan tetapi setelah memasuki bulan Maret, produk ini mengalami penurunan nilai jual ekspor, hingga tercatat nilainya menjadi 49,514 ribu USD saja.

Peringkat tiga, realisasi eksport non migas Riau ada pada produk Kertas, Kertas karton dan Olahan dengan nilai kian menanjak tiap bulannya. Pada Januari 2007, pruduk ini nilai ekspornya 57,976 ribu USD. Pada bulan berikutnya, Februari, tercatat nilai ekspornya meningkat menjadi 61,615 ribu USD dan meningkat lagi di bulan Maret hingga menjadi 73,118 ribu USD.

Selanjutnya di posisi ke empat, terdata produk Kayu dan Gabus dengan nilai ekspor pada Januari 2007 seharga 1,067 ribu USD. Dan di bulan ke dua 2007, menjadi 6,765 ribu USD. Namun mengalami penurunan pada Maret, hingga menjadi 2,071 ribu USD saja.

Melihat peringakat kelima, tercatat produk Sayur dan Buah-buahan mengalami peningkatan nilai ekspor. Seperti pada Januari 2007, Sayur dan Buah mengekspor senilai 4,911 USD. Di bulan berikutnya, Februari, turun hingga menjadi 4,306 USD. Dan menanjak pada Maret 2007 tercatat ekspor sayur dan buah Riau senilai 5,887 ribu USD Amerika.

Data ini hasil dari klasifikasi komoditi dalam statistik ekspor menggunakan Standar Internasional Trade Classification (STIC) dari Bank Indonesia yang dirangkum Disperindag Riau, Subbidang Perdagangan Luar Negeri.(Surya)

 

Rizki: