MILAD (HARI JADI) MELAYUONLINE.COM KE-II Peran Raja dalam Revitalisasi Budaya Melayu

582 views

YOGYAKARTA (RiauInfo) – Empat raja Melayu Nusantara berkumpul dalam Silaturahmi raja-raja Melayu. Mereka adalah Raja Landak, Drs. Gusti Suryansyah, M.Si., Raja Sanggau, Drs. Gusti Arman, MSi., Raja Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Raja Serdang, dan YM. Tuanku H. Tengku Luckman Sinar Basharsah II. 

Acara yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad MelayuOnline.com ke-II ini, diadakan di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) pada Selasa siang (20/1). Pertemuan tersebut memperbincangkan peran serta raja-raja dalam revitalisasi budaya Melayu lokal.

Pimpinan Umum MelayuOnline.com, Mahyudin Al Mudra, SH., MM., dalam sambutannya menuturkan bahwa peran serta raja dalam revitalisasi budaya Melayu, dapat digunakan untuk memperkuat identitas kebudayaan Melayu di Indonesia, dengan tetap menghormati kemajemukan sebagai ciri khas dan kekayaan bangsa Indonesia. “Dengan begitu, peran raja dapat diperluas tidak saja sebagai penjaga kebudayaan, tetapi juga pengawal dinamika politik yang berbudaya,” tambahnya.

Dr. Aris Arif Mundayat, konsultan MelayuOnline.com, yang pada hari itu berperan sebagai moderator memaparkan bahwa di tengah arus globalisasi budaya dan universalisasi nilai-nilai, para raja, pemangku pemerintahan, dan rakyat selayaknya bersama-sama merekonstruksi mentalitas dan identitas bangsa. “Hal ini dapat dilakukan melalui penggalian warisan khazanah budaya,” ujarnya.

Menanggapi lontaran mengenai peran raja dalam revitalisasi kebudayaan, Gusti Suryansyah, menuturkan bahwa kesulitan terbesar bagi para raja untuk turut serta dalam revitalisasi budaya adalah kurangnya kekuatan ekonomi yang dimiliki. “Semisal yang terjadi dalam Keraton Landak. Untuk melakukan upacara Adat Tumpang Negeri, yang merupakan upacara syukur terhadap panen yang didapat, pihak Keraton Landak harus mengemis dulu kepada pemerintah, agar mendapatkan dana untuk melaksanakan upacara tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, YM. Tuanku H. Tengku Luckman Sinar Basharsah II memaparkan bahwa untuk peran raja dalam revitalisasi budaya dapat saja terjadi, selama ada penyesuaian dengan perkembangan zaman. “Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah melalui industri pariwisata. Keraton yang memiliki khazanah kebudayaan, dapat dijadikan daya tarik bagi wisatawan,” tambahnya.

Selain para raja, silaturahmi tersebut juga dihadiri oleh kalangan akademisi dan juga pengamat kebudayaan. Di antaranya adalah Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra dari Universitas Gadjah Mada, Djohan Hanafiah Sejarawan Indonesia, Prof. Dr. Ding Choo Ming dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof . Dr. Muhammad Haji Salleh dari Universiti Sains Malaysia, Cik Siri Neng Buah Sejarahwan Malaysia dan juga rombongan dari Citra Budaya Kelab Melayu Negeri Sembilan, Malaysia.(ad/rls)

Posting Terkait