Meski Sudah Normal, Sopir dan Penumpang Masih Khawatir

554 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Pasca longsor di Kilo Meter 170 dari Kota Padang, tepatnya di Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan Kota Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Sumbar kini sudah kembali normal. Longsor tebing yang terjadi pekan lalu itu, telah menyebabkan jalur transfortasi antar Sumbar-Riau mengalami lumpuh total, hingga memnyebabkan antrian sepanjang 8 kilo meter.

Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena semua kenderaan sudah dialihkan dari lintas barat menuju lintas selatan (jalur Kiliran Jao, red). Demikian dikatakan Ario Wibowo Staf Administrasi DLLAJ Terminal Payung Sekaki Kota Pekanbaru kepada RiauInfo, Selasa (25/3).

“Memang telah terjadi lumpuh total, namun semua kenderaan sudah dialihkan dari lintas barat menuju lintas selatan. Dari data yang kita terima di lapangan, ada 600 unit kenderaan baik travel maupun bus yang dialihkan lewat Kiliran Jou,” ungkapnya saat ditemuai di ruang kerjanya Terminal Payung Sekaki.

Namun meski diakuinya telah normal, ia tidak menepis tentang masih adanya kekhawatiran beberapa sopir termasuk penumpang. Hal ini memang cukup beralasan. Menurutnya karena masih cukup tingginya curah hujan di Sumbar termasuk Riau khususnya daerah Kampar yang mana tidak tertutup kemungkinan akan terulang kembali hal demikian.

Namun ia menyarankan, para penumpang tidak perlu khawatir, karena petugas baik Sumbar maupun Riau sudah disiagakan. “Sampai saat ini kondisi memang telah normal, namun meski demikian kita tidak menepis adanya keluhan yang datang dari penumang maupun sopir”. paparnya

Iis, salah seorang penumpang bus tujuan Bukittinggi saat ditemuai disela keberangkatannya mengatakan, dirinya memang sedikit menghawatirkan tentang perjalanan ini. Walau ia tahu sudah kembali normal, namun karena hujan masih saja turun dengan cukup merata khususnya beberapa bagian perbatasan Sumbar- Riau.

“Keterangan dari petugaskan sudah normalkan. Tetapi karena sering hujan di sana jadi bimbang juga. Ya, maklumlah kalau hujuan terus meneruskan bisa berakibat buruk pada tebing,” katanya sambi mengangkat tas.

Sementara sopir bus Zulmansyah berharap, karena peristiwa serupa sering terjadi hampir setiap tahunnya, khususunya pada saat musim hujan, permerintah sebaiknya mengantisivasi bagaimana longsor ini biar tak terjadi lagi, paparnya berharap. (muchtiar)

 

Posting Terkait