Menpar Ajak Wartawan Bersatu Majukan Pesona Wisata Bahari

672 views

menpar ajakJAKARTA (RiauInfo) – Menteri Pariwisata mengajak wartawan Indonesia bersatu ikut memajukan potensi wisata bahari. Hal itu penting, agar manfaatnya tidak saja bisa dirasakan rakyat banyak, tetapi juga ikut andil menjadi bagian dari penghasil devisa negara.

“Kita harus meniru Thailand. Wartawan dan Pemerintah bersatu memajukan potensi wisatanya. Jika ada kasus pembunuhan di daerah wisata, wartawan dan media Thailand tidak mengeksposenya di media. Itu dimaksudkan agar arus wisman ke Thailand tidak terganggu hanya karena kasus pembuhuhan itu. Dampaknya jumlah wisman dan devisa Thailand 4 kali lipat lebih tinggi dari Indonesia. Karena obyek wisata di Indonesia masih sangat luas dan perlu promosi serta kerjasama yang baik dengan wartawan,mari kita bersatu majukan kepariwisataan Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya saat memberi sambutan acara penghargaan anugrah pesona bahari 2015 di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kemenpar, Jakarta, Selasa malam (17 November).

Penghargaan Anugrah Pesona Bahari itu diwarnai sajian hiburan musik etnik nusantara, kemudian penyerahan penghargaan untuk 18 wartawan pemenang lomba tulisan wisata bahari 2015 yang digelar Kemenpar.

Menurut Arifin Hutabarat, wartawan yang dipercaya menjadi Sekretaris Dewan Juri, lomba menulis wisata bahari tersebut diikuti lebih dari 200 judul tulisan yang dikirim pesertanya para wartawan di berbagai daerah. Para peserta dibagi 3 kategori yakni media online, surat kabar dan majalah.

Terpilih sebagai pemenang pertama kategori media online adalah tulisan “Gili Kondo, Surga Tersembunyi di Timur Lombok” karya Sunariyah yang dimuat Liputan6.com Mataram. Tulisan “Misteri Tomini” karya Christian Rahadiansyah yang dimuat majalah DestinAsian Indonesia terpilih sebagai karya terbaik pertama untuk kategori majalah. Dan tulisan “Menghayati Kebaharian di Jakarta Utara” karya Denty Piawai Natitie dan Dahono Fitrianto dimuat harian Kompas ditetapkan sebagai karya terbaik pertama kategori surat kabar.

Menpar berharap para wartawan yang tidak beruntung tidak usah berkecil hati, dan tetap akan mengikuti ajang lomba ini tahun depan. Hadiahnya pun lebih menarik, jika tahun ini nilai hadiah total Rp 100 juta, tahun depan naik menjadi Rp 500 juta. Khusus tulisan yang terpilih menang di ajang The Best akan dihjadiahi uang tunai Rp 100 juta. (Ami Herman)

Posting Terkait