Menko Rizal Ramli: Kepariwisataan Indonesia, Jangan dijual Murah

911 views

rizal ramliJAKARTA (Riauinfo) –  Potensi  Kepariwisataan Indonesia memang sangat menarik dan kini menjadi andalan penghasil devisa. Karena itu jangan dijual murah walaupun banyak  investor asing sudah menawarkan pengelolaannya.

“Kita harus pandai memanfaatkan potensi wisata kita, agar bangsa ini bisa ikut menikmati hasilnya secara berkelanjutan. Kita harus unggul mengelola potensi wisata seperti kita  sedang jualan  properti. Kalau dijual sekaligus semuanya, pasti akan murah harganya. Jadi harus setahap demi setahap sampai akhirnya kita bisa disebut jagonya mengelola pariwisata” ujar Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli saat tampil menjadi pembicara awal, sekaligus membuka Rakornas Kepariwisataan 2015 di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis (29 0ktober).

Hadir dalam Rakornas itu Menteri Pariwisata Arief Yahya dan seluruh jajaran Kemenpar, juga para pengelola lembaga pendidikan kepariwisataan, serta sekitar 300 peserta lainnya mewakili unsur dinas pariwisata seluruh Indonesia.

Saat ini, menurut Menko Rizal Ramli, kepariwisataan  kita memang masih belum dianggap oleh negara tetangga. Kita masih kalah dengan  Malaysia yang jumlah wismannya 20 juta pertahun, apalagi Thailand yang kini mampu menarik wisman  27 juta orang pertahun,  kita baru sekitar 10 juta wisman.

“Tapi kita sedang berupaya keras menjadi lebih baik, dan suatu saat kita mampu mengungguli mereka.Kita harus menang,” lanjut Rizal Ramli. Ia juga mengingatkan tentang Danau Toba. Menko minta Kemenpar mencermati misteri daya tariknya, mungkin legendanya, atau mungkin juga Danau Toba memiliki kisah masa lalu yang memilukan, lalu jadikanlah hal itu sebagai kunci daya tarik Danau Toba.

“Kita bisa jadikan Danau Toba seperti The Monaco yang penuh pesona itu. Perlu penanganan khusus. Bisa juga Danau Toba dijadikan Toba Tourism Otority. Pulau Seribu di perairan Teluk Jakarta juga akan dijadikan kawasan wisata khusus. Akan ditanam 10 ribu bibit Coral di sana agar perairan Pulau Seribu bisa lebih cantik,” ujarnya.

Selain itu, Menko Rizal Ramli juga minta Kemenpar meningkatkan perhatian untuk Labuan Bajo, Bromo, Borobudur dan potensi wisata bahari, khususnya Yach dan kapal pesiar. Borobudur akan dijadikan kawasan wisata religi terbesar bagi ummat Budha. Dengan pengelolaan sedemikian itu, jika Angkor Wat bisa dikunjungi 6 juta wisman pertahun, maka Borobudur bisa jauh lebih banyak lagi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Rakornas akan menyatukan sinergitas dalam mewujudkan pencapaian target pariwisata jangka pendek 2016 dan jangka panjang 2019. Tahun ini kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional diproyeksikan 4 persen, devisa yang dihasilkan sekitar Rp 155 triliun, sedangkan lapangan kerja yang diciptakan 11,3 juta.

Tahun 2019 kontribusi pada PDB nasional 8 persen, devisa Rp 240 triliun, menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta orang, target kunjungan wisman 20 juta orang dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia. (Ami Herman)

Posting Terkait