Mambang Mit: Dapat Dilihat Dengan Kasat Mata

625 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Banyak daerah yang telah dimekarkan, namun ternyata belum dapat meningkatkan akselerasi pembangunan dan pelayanan kepada publik. Pernyataan ini diungkapkan Presiden SBY dalam dua sidang paripurna DPD pada 24 Agustus 2006 dan 2007 lalu.

Sejak 1999 hingga 2004 lalu, telah terbentuk 148 Daerah Otonom Baru (DOB) yang terdiri dari 7 provinsi, 114 kabupaten dan 27 daerah pemerintahan kota. Dalam catatan Direktorat Penataan Daerah dan Otonomi Khusus, tahun ini telah terbentuk 25 kabupaten/kota. Sedang usulan pemekaran hingga saat ini tercatat 22 provinsi, 89 kabupaten dan 10 kota.

Pertumbuhan pemekeran daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota disinyalir akibat keinginan masyarakat dan Pemda untuk terus membentuk DOB kian meningkat. Sementara, persiapan Pemilu 2009, data calon pemilih harus diserahkan ke KPU dan KPUD mulai April-Juni 2008. Pertimbangan ini memberatkan pemerintah pusat untuk merealisasikan keinginan pemekeran.

Pemekaran juga dinilai oleh pemerintah pusat sebagai pemborosan anggaran yang cenderung menambah beban keuangan negara, sehingga pemerintah menyepakati untuk menghentikan pemekaran.

Menurut Sekdaprov Riau, Mambang Mit, perkembangan daerah pemekeran di Riau dapat dilihat dengan kasat mata. “Perkembangan otonomi daerah pemekaran bisa dilihat dari pertumbuhan provinsi Riau secara umum yang kian meningakat, baik ekonomi, kemiskinan dan pertumbuhan pembangunan lainnya. Hal ini menunjukkan otonomi daerah cukup baik di Riau,”ujar Mambang kepada wartawan usai membuka Rakor Pemantapan Otonomi Daerah, Kamis (15/11), di Pekanbaru.(Surya)

Posting Terkait