Makna Hari Anak Nasional Bagi Para Bocah Jalanan

PEKANBARU (RiauInfo) – Meski Hari Anak Nasional terus dilaksanakan tiap tahunnya, dan dinikmati secara langsung khususnya mereka (anak sekolah, red) yang berkesempatan langsung hadir diberbagai acara serimonial, ternyata bagi anak jalanan bukanlah sesuatu istimewa. Baginya, meski dilaksanakan setiap hari tidak akan merubah nasibnya sebagai anak jalanan.


Siapa pun mendengar ucapannya pasti bingung. Ketika orang tersenyum melihat megahnya berbagai acara serimonial yang diadakan di negeri ini hingga menghabiskan anggaran tidak sedikit, Tama (16) anak jalanan yang sering nongkrong di Mall SKA justru terdiam sambil menyekat air matanya.

Pria yang terhenti pendidikannya dikelas II SMP ini berkata, ia berhenti sekolah karena ketidakadaan biaya. Jika diberi kesempatan, ia ingin sekolah lagi, ungkapnya dengan raut wajah sedih.

Ketika disinggung keadaan keluarganya dimana, Tama menjelaskan, ia berasal dari keluarga miskin dengan 7 saudara. Seluruh keluarganya ada di kota ini. Tetapi ia tidak mau menyebutkan dimana alamatnya.
Menurutnya, ia tidak mau mengenangnya, karena peristiwa dulu hingga menyebabkan ia terlantar dan mencari rezeki sendiri tanpa ada keahlian. Setelah didesak, barulah dikatakannya bahwa orangtuanya bercerai tanpa memperdulikan nasib dirinya.

Diakuinya, sudah 9 tahun menjalani hidup sebagai anak jalanan, bukanlah sesuatu yang mengasikan. Ini adalah ketika tidak ada pilihan lain, dan harus dijalani, tambahnya sambil memandangi orang di sekelilingnya yang hilir mudik.

Lebih lanjut, ia pun menceritakan bagaimana pengalamannya saat ditangkap Satpol PP. Suatu hari saat berada di jalanan, ia dan rekan anak jalanan yang lain ditangkap, dibawa secara kasar dan dipukul. Selain itu, rambutnya dipotong secara sembraut.

Tertangkapnya ia dan rekannya terjadi beberapa kali. Seiring itu pula sering diperlakukan seenaknya tanpa ada solusi. Ketika ditanya tentang harapannya di Hari Anak Nasional ini, dengan sungkan ia berkata, supaya pemerintah mau memperhatikan. Katanya, ia ingin sekolah lagi jika diberi kesempatan, termasuk pekerjaan yang layak untuk dirinya.(muchtiar)


Rizki: