Mahasiswa Menduga Keras Ada Tujuan Politis

586 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Terkait dengan merebaknya Short Mesagge Service (SMS) atau pesan singkat tentang ‘telephon maut’, kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Riau (UNRI) juga tidak mau ketinggalan, hal ini ternyata juga menjadi perbincangan sehari-hari.

Hanya bedanya jika di kalangan umum lebih ‘suka makan mentah-mentah’, tetapi di dua kampus terkemuka yang ada di Pekanbaru tersebut lebih menduga ada hal-hal yang bermuatan politis. Sehingga dengan menjadinya santapan masyarakat.

Hal-hal yang berbau politis tentang isu kenaikkan BBM dalam skop nasional, termasuk juga isu daerah tentang Pilgubri serta diperiksanya salah seorang pemimpin di Riau oleh KPK tidak akan lagi dipandang menarik.

Seperti halnya yang dikatakan oleh Emi mahasiswa UIN Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Jumat (9/5). Menurutnya kepada masyarakat Riau harus berpikir bijak dan jangan mau cepat percaya terhadap isu-isu yang belum jelas. Apa lagi aparat yang berwajib telah mengatakan bahwa apa yang terjadi selama ini bohong belaka.

Namun disisi lain, ia lebih suka memandang hal ini ada maksud tertentu sebagai pengalihan perhatian. Sehingga berbagai kasus yang terjadi belakangan ini akan hilang begitu saja. “Saya memang menyangsikan tentang kebenaran dari telephon maut tersebut. Tapi rasanya saya dan teman lainnya mempunyai felling lain.

Belakangan ini kan banyak kasus korupsi yang mencuat dan ada juga kabar seorang pemimpin diperiksa. SMS tersebutkan merebak hampir bersamaan waktu. Apalagi yang namanya politik, apa sih yang tidak bisa dilakukan,” ungkapnya dengan mimik serius.

Tapi katanya, ini sama sekali bukan sebuah pembenaran, hanya sebagai orang yang berpikir tentu saja kita tidak mau menelan mentah-mentah. Felling tentang adanya peralihan isu dari suatu hal tersebut juga akui oleh beberapa mahasiswa UNRI, salah satunya Jamri dari Fakultas Hukum.

Menurutnya, hal-hal seperti ini sudah biasa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mempunyai power. Sehingga janganlah heran langit pun menjadi bumi, bumi menjadi langit, ungkap Jamri berfilsapat. (muchtiar)

 

Posting Terkait