Lima Anggota DPRD Riau Ikut Terlibat Dugaan Korupsi Dana Panleg

PEKANBARU (RiauInfo) – Mungkin kepalang basah, Ruskin Har Mantan Sekwan DPRD Riau yang kini ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Panleg senilai Rp3,5 miliar akhirnya ‘bernyanyi’ juga. Dalam nyanyian tak merdu itu, Ruskin menyebutkan bahwa ada lima orang oknum anggota DPRD Riau ikut menikmati dana tersebut.

‘Nyanyian’ Ruskin Har ini menjadi berita utama dua harian terbitan Pekanbaru hari ini, yakni Riau Mandiri dan Tribun Pekanbaru. Riau Mandiri dengan beritanya berjudul “5 Anggota DPRD Terlibat”menyebutkan pengakuan itu disampaikan Pengacara Ruskin Har, Kapitra Ampera di sela-sela pemeriksaan atas kliennya itu.

Sementara itu Tribun Pekanbaru dalam beritanya berjudul “Oknum Dewan Kecipratan”menyebutkan kelima oknum anggota dewan itu ada dari Komisi E dan ada pula dari komisi lainnya. Mereka yang menerima tidak semuanya laki-laki. Namun berapa nilai yang diterima mereka, Kapitra belum bersedia menyebutkan.

Aksi baku tembak antra polisi dengan perampok menjadi berita utama Riau Tribun dan Pekanbaru MX hari ini. Riau Tribune dengan berita berjudul “Polisi-Rampok Baku Tembak” menyebutkan aksi ini terjadi di sebuah kandang kambing, sekitar 300 meter dari SPBU jalan raya Pekanbaru-Bangkinang. Tiga dari empat rampok tewas dalam baku tembak itu.

Sedangkan Pekanbaru MX dalam berita berjudul “Tiga Perampok Ditembak Mati” menyebutkan bahwa ketiga perampok itu sudah lama diburu dan merupakan target operasi (TO) polisi. Sebelum ditembak, polisi sudah mendapatkan informasi bahwa ketiganya bersembunyi dalam sebuah kandang kambing. Namun saat akan ditangkap mereka malah melawan dengan melepaskan tembakan.

Masalah kekecewaan Presiden SBY atas sikap Pemda yang menyimpan dana APBD ke dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi berita utama Pekanbaru Pos hari ini. Dalam beritanya, harian ini mengangkat pernyataan Ketua DPRD Riau Chaidir yang justru menyalahkan pusat karena terlalu sering mengintervensi dalam mengelola anggarannya. Berita itu berjudul “Chaidir Salahkan Pusat”.

Metro Riau hari ini menyoroti ancaman PT IKPP dan RAPP yang akan melakukan PHK massal karyawannya karena kekurangan bahan baku akibat gencarnya pemberantasan illegal logging. Ternyata ancaman tersebut tidak dipedulikan oleh Polda Riau. Berita itu berjudul “Kapolda ‘Cuekin’ IKPP-RAPP”.

Pernyataan Sekjen PGRI Drs Soemardi yang menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap meminta pemerintah untuk menganggarkan dana APBN minimal 20 persen untuk pendidikan, menjadi berita utama Media Riau hari ini. Berita itu diberi judul “PGRI Tetap Ngotot Anggaran Pendidikan 20 Persen”.

Kemarahan masyarakat Indonesia atas aksi pemukulan wasit karate Indonesia, Donald Peter Luther Kolopita oleh Polisi Diraja Malaysia (PDM) menjadi berita utama Riau Pos hari ini. Dalam berita itu disebutkan bahwa belasan organisasi kepemudaan dan 24 perguruan karate kemaren menggelar aksi demo di Kedubes Malaysia dan Gedung DPR RI. Berita itu berjudul “Kedubes Malaysia Dikepung”.(Ad)

 

Rizki: