Kurban untuk Menghilangkan Sifat Hewaniyah

933 views

news7561PEKANBARU (RiauInfo) – Bupati Bengkalis, H Syamsurizal mengatakan, seperti seluruh yang disyariatkan Allah SWT kepada hambanya, ibadah kurban juga memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah kurban, di samping mempunyai makna ritual juga mengandung makna sosial.

Hal itu dikatakan bupati bergelar Sri Mahkota Sempurna Negeri ini saat menyembelih hewan kurban di kediaman resmi Wisma Daerah Sri Mahkota, Senin (8/12). 

Seperti tahun-tahun lalu, pada Idul Adha 1429 H/2008 M ini, Syamsurizal dan keluarga kembali melaksanakan ibadah yang ditauladankan Nabi Ibrahim As dan Ismail As tersebut. Khusus di kediaman tersebut, Syamsurizal menyembelih empat ekor kambing.

Setiap umat Islam yang melaksanakan kurban atau umat Islam yang tidak berkurban tetapi mereka merayakan Idul Adha, katanya, sudah seharusnya berupaya mengambil makna yang sesungguhnya yang terkandung di dalam ibadah kurban.

“Kemudian, makna itu betul-betul dan secara ikhlas diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena ikhlas dalam berkurban merupakan cermin ketebalan rasa keimanan seseorang,” ajaknya. 

Karena itu, selain sebagai salah satu wujud untuk meningkatkan rasa syukur, iman dan taqwa kepada Allah SWT, Syamsurizal mengajak umat Islam di daerah ini, menjadikan perayaan hari Idul Adha, sebagai momentum untuk mengoptimalkan sifat malaikatiyah dan menghilangkan sifat hewaniyah.

Mengutip Imam Al-Ghozali, Syamsurizal mengatakan, dalam diri manusia itu ada dua sifat yang selalu bergejolak. Dua sifat yang saling bertolak belakang. Yaitu sifat malaikatiyah dan sifat hewaniyah. 

Sifat malaikatiyah selalu mengajak untuk berbuat kebaikan, sedang sifat hewaniyah selalu menuntun untuk berbuat buruk. “Adapun substansi kurban itu sebagai upaya dalam mengoptimalkan sifat malaikatiyah dan menghilangkan sifat hewaniyah,” katanya.

Lebih jauh Syamsurizal mengatakan, dari aspek sosial, ibadah kurban bukan semata-mata hanya cukup dengan menyembelih hewan kurban. Justru yang sangat penting adalah bagaimana manusia benar-benar mampu membuang jauh-jauh semua sifat mentalitas yang dimiliki hewan dari
dalam dirinya.

Sebab, katanya, kurban yang disimbolkan dengan menyembelih hewan, mengandung makna agar umat Islam dalam hidup dan kehidupannya, selalu membuang jauh-jauh sifat-sifat hewan yang bersarang dalam dirinya. Membunuh sifat-sifat egoisme. Selalu untuk berbuat yang terbaik.

“Karakter dominan dari hewan itu adalah mementingkan diri sendiri, tidak memiliki rasa kebersamaan. Tidak mempunyai semangat persatuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut, tidak mengenal aturan, norma atau etika,” ujarnya, seraya mengharapkan, kurban yang selalu dilaksanakan umat Islam setiap tanggal 10 Dzulhijjah tidak boleh dipahami sebatas ibadah ritual keagamaan.

Selain itu, katanya, substansi kurban dari aspek sosial, juga berarti mendidik orang yang mampu untuk memberikan sebagian harta kekayaan yang dimilikinya kepada mereka yang memerlukannya. tujuannya, untuk meringankan beban penderitaan bagi kaum lain yang kondisi
perekonomiannya masih miskin.

Meskipun demikian, tegasnya, membantu meringankan beban orang lain itu, tidak selalu hanya dengan harta kekayaan saja. Melainkan juga bisa dengan cara lain. Misalnya melalui kemampuan intelektualnya.

“Orang yang tidak memiliki harta tetapi memiliki kualitas intelektual, maka mereka harus membantu meringankan beban orang lain dengan pikiran. Begitu pula untuk memajukan daerah, bangsa dan negara ini,” katanya.

Menurutnya, semangat untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia, adalah substansi kurban yang perlu dikedepankan. Harus terus diamalkan setiap umat Islam, kapan dan dimanapun. Karena, orang yang tidak memiliki semangat untuk membantu meringankan beban penderitaan orang lain, meskipun setiap tahun melaksanakan penyembelihan hewan kurban, mereka belum dapat dikatakan telah melaksanakan ibadah kurban.

“Sebaliknya meskipun seseorang itu tidak pernah menyembelih hewan kurban tetapi memiliki semangat dan selalu memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan berarti mereka telah melaksanakan ibadah kurban. Marilah kita tumbuh-kembangkan semangat berkurban untuk sesama. Untuk daerah bangsa dan negara ini,” ajaknya.

Pada kesempatan itu juga, baik atas nama pribadi, keluarga dan jajaran Pemkab Bengkalis mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1429 H kepada seluruh warganya yang merayakannya.(ad)

Posting Terkait