Korban Ditemukan Tergeletak Dalam Posisi Setengah Telanjang

638 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Sekitar pukul 06.30 Wib pagi Selasa (19/8) dekat SD di Jalan Lintas Duri Pekanbaru Kelurahan balai Raja Kecamatan Pinggir, murid murid SD menemukan ada seorang perempuan tergeletak dalam posisi setengah telanjang. Mulut berdarah dan sudah mengering. 

Diduga di lokasi inilah Winda (20) mahasiswi UPI Padang yang sedang PKL di Ujung Batu di buang setelah diperkosa. Korban dibawa oleh Satiman (46) warga sekitar bersama seorang anggota kepolisian Pinggir menuju Rumah sakit permata hati Duri.

Saat ditemukan, baju tidur korban di lilitkan ke leher korban, celana dalam dalam kondisi terbuka dan diletakkan di paha korban, korban ditemukan hanya memakai Bra saja. Kondisi korban lemah.

Menurut Satiman, didalam perjalanan menuju Rumah Sakit permata Hati Duri. Korban masih sempat bicara dan mengakui kalau dirinya orang Minang. Dia di bawa sampai di TKP oleh Bapak Bapak. Namun kemudian menurut Satiman, ia pun pingsan hingga kerumah sakit.

Tidak ada luka di bahagian tubuh korban, kecuali ada luka dileher kanan korban, mulut korban berdarah dan juga tengkuk korban membengkak. Di duga semua perbuatan tersangka.

Dirumah sakit, korban pun langsung mendapat perawatan medis. Karena dalam kondisi koma belum bisa diminta keterangan apapun terkait kasus yang menimpa dirinya. Namun korban sempat menyebut nama seseorang. Dan kemudian kembali tak sadarkan diri. Tetangga Korban Tidak Mendengar ada Kejadian.

Sementara itu, di Rumah korban Jalan Gaya Baru. Masih terlihat ceceran darah yang sudah mulai membeku di lantai rumah korban. Ceceran darah tersebut mulai dari arah kamar menuju jendela kaca di ruang tamu.

Satu dari tiga jendela kaca yang tidak berterali besi tersebut di congkel dari arah luar. Di duga tersangka masuk dari arah jendela dan kemudian juga keluar melalui jendela membawa korban. Namun sesampai di teras rumah ceceran darah itupun tidak terlihat lagi.

Kuat dugaan masyarakat sekitar, korban di bawa dengan menggunakan mobil hingga ke Balai Raja. Dimana korban di perkosa dan baju korban di preteli, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana. Namun pihak kepolisian masih melakukan analisa tentang kejadian ini.

“Entahlah, pagi itu saya saja ketiduran, biasanya saya ke masjid, namun kami tidak ada mendengar suara apapun pagi pagi, taunya karena sudah ribut saja kalau ada anak gadis yang hilang, dan dirumah ada ceceran darah,” Ujar seorang tetangga korban yang enggan di sebut namanya.(q)

 

Posting Terkait