Komunitas Lokal Masih Kurang Diberdayakan

684 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Terkait dengan pelaksanaan otonomi daerah (Otda) boleh dikatakan berhasil jika komunitas lokal diberdayakan. Namun, keberhasilan Otda bisa dilihat dari kesejahteraan masyarakat akibat dari pemberdayaan komunitas lokal. Tapi kenyataannya selama ini komunitas lokal itu masih kurang diberdayakan.

Menurut Mambang, dalam Workshp Otda ini pelaksanaan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No 38 tahun 2004 tentang Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mana pembangunan lebih diarahkan pada pedesaan untuk peningkatan percepatan pembangunan karena masyarakat lebih banyak berada di Pedesaan. Bahwa konsep penyelenggaraan otda suatu perwujudan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan otda.

Disamping itu, pemberdayaan masyarakat di daerah dipandang sebagai komunitas lokal yang diharapkan berperan sebagai Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemberdayaan komunitas lokal merupakan bahagian yang sangat penting apabila dikembangkan secara optimal maka akan sangat meningkatkan persatuan dalam bingkai negara kesatuan,” pintanya.

Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama menggali komunitas lokal. Maka dengan sendirinya potensi masyarakat akan berkembang untuk kesejahteraan dan kemakmuran. Dalam melaksanakan pemberdayaan itu dijelaskan, bahwa diperlukan empat akses yaitu akses Sumber Daya Pengembangan, Tehnologi Pasar Informasi dan Sumber Pembiayaan.

“Memang otda bisa berjalan dan berkembang kalau komunitas lokal diberdayakan. Karena pada prinsipnya, bagaimana kita meningkatkan kegiatan lokal yang digerakkan komunitas lokal yang paling banyak ditemukan kelemahannya berada di Pedesaan. Seperti bidang perkebunan loading sektornya adalah Disbun, tapi kalau tidak di dukung dinas lain maka program tersebut tidak akan tuntas,” tuturnya.

Khusus di Riau diperkirakan ada empat sektor yang paling menjadi unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yakni bidang perikanan, perkebunan, peternakan dan pertanian. “Saya kira hanya empat bidang itu, karena kondisi alam dan potensinya sangat memungkinkan,” kata Mambang.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop Emrizal Pakis sependapat dengan hal yang diutarakan Mambang. Bahwa pelaksanaan otda memerlukan gagasan untuk pemberdayaan komunitas lokal. Adapun tujuan Workshop Otda dilaksanakan adalah mengidentifikasi kondisi dan potensi komunitas lokal sebagai alternatif penanggulangan kemiskinan dan menyusun arah dan kebijakan dalam menggerakkan komunitas lokal.

“Sasaran yang ingin kita capai adalah terdiskripsi kondisi dalam menunjang otda. Sehingga tersusun rekomendasi potensi di Riau dalam mendukung pelaksanaan otda,” kata Emrizal Pakis mengakhiri.(Dd)

Posting Terkait