Kemenparekraf Gelar Lomba Cipta dan Festival Lagu Anak 2014

1052 views

Lomba Cipta Lagu1JAKARTA (RiauInfo): Maraknya lagu anak-anak yang tidak sehat karena menafikan unsur edukasi, dan semakin seringnya anak-anak usia sekolah dasar menyanyikan lagu-lagu cinta yang lazimnya dilantunkan oleh penyanyi dewasa, telah membuat banyak kalangan (pendidik, ulama dan orangtua murid) resah.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai lembaga yang memayungi masalah pembinaan kreatif kelompok-kelompok seni pertunjukan dan industry musik, ternyata sering pula ditanya mungkinkah instansi pemerintah itu bisa menggelar acara yang menghasilkan lagu anak-anak yang tidak saja kental dengan unsur edukasi dan menghibur, tetapi juga melalui lagu anak-anak yang menarik bisa mengembalikan anak-anak pada dunianya yang penuh keceriaan, sambil mengenali beragamnya potensi pesona alam dan keunggulan lokal lainnya.

Berkait dengan itu, Kemenparekraf kembali menggelar lomba cipta dan festivallagu anak 2014. Kegiatan itu merupakan yang kedua kalinya, setelah tahun lalu berhasil mencetak 10 lagu anak-anak pilihan yang diciptakan para musisi dari dari berbagai daerah di tanah air.
Melalui lomba cipta lagu ini Kemenparekraf berharap sedikit akan muncul 4 hal, yaitu terciptanya banyak lagu anak-anak yang berkualitas, mendorong para pencipta lagu sering menciptakan lagu anak yang bermutu, memproduksi lagu anak dalam bentuk pertunjukan dan rekaman, kemudian meningkatan apresiami masyarakat terhadap lagu anak.

Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasiskan Seni dan Budaya Kemenparekraf, Prof Dr Ahman Sya didampingi Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Juju Masunah mengatakan, tema pelaksanaan lomba cipta dan festival lagu anak tahun ini adalah “Irama Negeriku”.

Lagu yang diciptakan harus disesuaikan dengan kategori usia anak-anak yang akan menyanyikannya, yakni anak usia 3-6 tahun, 7-10 tahun dan 10-13 tahun. Masyarakat umum bisa mengikuti lomba ini dengan syarat peserta harus melampirkan KTP/identitas, melampirkan surat bahwa lagu yang diikutkan lomba adalah asli karya sendiri, melampirkan surat bersedia lagunya dipublikasikan, dan lagu yang diikutkan lomba tidak sedang mengikuti lomba serupa di tempat lain.

Lagu dibuat dalam bahasa Indonesia yang benar, harus mengandung unsur budaya local dan tidak berbau SARA. “Kami juga menetapkan 10 sub tema yang dapat dipilih para peserta, yakni Tanah airku, Budaya bangsaku, cinta negeriku, Bhinneka Bangsaku, Indahnya Kebersamaan, Teknologi Bangsaku, Cita Cita Untuk Negeriku, Hidup Rukun dan Damai, Malu Berbohong ,kemudan Disiplin dan Tertib,” ujar Juju Masunah di Jakarta, kemarin.

Anda ingin mengikuti lomba tersebut? Kiriman karya anda dalam benytuk syair yang diketik rapi di kertas ukuran A4, tulisan tema lagu di ujung kiri dan kategori usia anak di ujung kanan amplop. Naskah dikirim lengkap dengan biodata peserta ke Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasiskan Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gedung Film Lantai 5, Jl MT Haryono Kav 47-48, Jakarta Selatan 12770, Tlp 021 79170572, contak person Sarjono (087878845603) atau Reni Rahmawati (081381769910).

Pendataran peserta dibatasi sampai 30 Juni 2014, sesuai cap pos.
Menurut Juju Masunah, dari lomba tersebut Kemenparekraf akan menyeleksi 10 lagu anak anak terbaik dan mendapatkan hadiah total 20 juta ditambah penghargaan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bersamaan dengan pelaksaaan Lomba Cipta Lagu anak itu, digelar juga Festival Lagu Anak Anak (Lomba Menyanyi Solo). Kegiatan ini dimaksudkan untuk membina anak-anak dalam bidang menyanyi yang baik, meningkatkan anak pada kepekaan dan kehalusan rasa serta membantu anak memiliki karakter yang sesuai dengan usianya. Yang boleh mengikuti acara ini hanyalah anak-anak usia 3-6 tahun, 7-9 tahun dan 10-12 tahun.

Ada 10 lagu yang disediakan untuk dinyanyikan para peserta Lomba Menyanyi Tunggal itu, yakni lagu Buka Lembaran Hari ciptaan Steve handoyo. Lagu Sahabat Pena ciptan Rahardian Chandra. Lagu Yuk Cari Tahu ciptaan Dwiyanti Febriana. Lagu Chiko ciptaan Rusli Ridwan. Lagu Hutan ciptaan Topik. Lagu Mari Berolahraga ciptaan Nursanti Riandini. Lagu Sekolah ciptaan Kirno. Lagu Tebak Cita Cita ciptaan Aldi Nada Permana. Lagu Jagalah Kebersihan Lingkungan ciptaan Aditya Raharja dan lagu Sambut Pagi ciptaan Fajar Ahadi.

“Sepuluh lagu yang akan dinyanyikan para peserta lomba menyanyi solo adalah lagu hasil seleksi lomba cipta lagu anak tahun 2013,” Juju Masunah.

Peserta menyanyi Lagu Solo bisa mengirimkan keikutsertraanya dalam bentuk rekaman video dan dikirim ke panitia melalui email industrimusikpspim@gmail.com atayu upload ke youtube dengan mengirimkan judul, nama penyanyi beserta link youtubenya ke panitia, selambatnya 30 Juni 2014.
Tim juri selanjutnya akan menyeleksi 15 penyanyi dan dari jumlah itu akan disaling lagi hanya 3 yang terbaik dengan hadiah juara 1 Rp 10 juta, juara 2 Rp 7,5 juta dan juara 3 Rp 5 juta ditambah piagam penghargaan dari Menparekraf. Tiga penyanyi terbaik akan ditampilkan dalam penringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2014.(Rilis)

Posting Terkait