Kemenpar Kembangkan Wisata Religi

756 views

wisata religiCIAMIS (RiauInfo) – Kementerian Pariwisata kini mengembangkan potensi religi sebagai salah satu sektor unggulan yang mendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Salah satu kegiatan wisata religi yang ditonjolkan Kemenpar adalah kegiatan wisata religi manaqib di pesantren sirnarasa, cisirri, Ciomas, Panjalu, kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Untuk menghidupkan kegiatan tersebut, Kemenpar mengundang sejumlah wartawan Ibukota, termasuk Ami Herman dari “Riau Info” mengunjungi Pesantren Sirnarasa, Panjalu, Ciamis, Sabtu-Minggu, 21-22 November 2015.

Pesantren yang dibangun Abah Anom, tokoh spriritual masyarakat muslim Jawa Barat, itu sejak beberapa tahun terakhir sudah menikmati buah aktivitas wisata manaqib yang dijalankan sejak 20an tahun silam.

Aktivitas wisata religi itu pun mendapat sambutan baik dari masyarakat luas. Terbukti, setiap acara itu digelar pada tanggal 10, ribuan warga muslim dari berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta DKI Jakarta dan Banten memenuhi halaman mesjid dan kamar kamar pesanrtren di Panjalu.

Menurut pantauan “Riau Info”, warga muslim yang berdatangan untuk mengikuti wisata manaqib itu, tidak saja menjalankan pengajian, tetapi juga mendapat “wejangan” rohani dari sejumlah cendekiawan muslim. Yang dinilai sangat istimimewa oleh pengunjung adalah petuah, nasehat dan doa dari Abah Gaos (Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul). Penerus Abah Anom dalam menjalankan kegiatan rligius di pesantren Sirnarasa.

“Abah Gaos juga membantu pelayanan spritual dari masyarakat muslim yang membutuhkan nasihat menyangkut kehidupan pribagi pengunjung. Abah Gaos juga memberikan petunjuk berpuasa sunah dan mengaji kepada pengunjung yang sedang galau karena belum memiliki pasangan, atau ingin memiliki keturunan dan lain lain,” ujar ustadz Adnan, putra Abah Gaos kepada wartawan.

Bersamaan dengan kegiatan wisata Manaqib tersebut, masyarajat sekitar pesantren berlomba lomba mendukung antara lain dengan mendirikan homestay dan sejumlah warung makan dan minum, toko cinderamata dan lain lain. Homestay diperlukan untuk menampung jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang setiap acara wisata religi manaqib digelar, dan tidak tertampung di kamar kamar pesantren Sirnarasa.

Menurut Ukus Kuswara, Sekretaris Kementerian Pariwisata, yang juga tokoh masyarakat Ciamis, wisata religi manaqib di pesantren Sirnarasa, sebenarnya sudah dijalankan sejak tahun 90an, namun baru terlihat peningkatan yang signifikan sejak 10an tahun belakangan.

Kegiatan wisata religi Manaqib, kata Ukus, akan terus dikembangkan tidak di Jabar saja, tetapi juga di daerah lainnya, karena potensinya yang besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. (Ami Herman)

Posting Terkait