Kejati Riau Kembali Tahan Enam Mantan Pejabat Inhu

644 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Kejati Riau kembali melakukan penahanan terhadap enam orang tersangka dugaan korupsi APBN Indargiri Hulu (Inhu) lainnya, Senin (31/5) kemaren. Penahanan ini ang ketigakalinya dilakukan Kejati Riau sepanjang tahun 2010.


Berita ini menjadi headline Riau Pos edisi Selasa (1/6) berjudul “Enam Mantan Pejabat Inhu Ditahan”. Harian ini menyebutkan keenam tersangka itu adalah Muliadi Hjr (Mantan Wakil Ketua DPRD Inhu), Alfian Jaharan (mantan anggota DPRD) Sumardi Ibrahim (mantan anggota Inhu), Puja Kaul Amal, Khaidirianto dan Raja Junaidi merupakan mantan Bendahara Sekretariat DPRD.

Dua mantan bintang Askar Bertuah, Ambrizal (Sriwijaya FC) dan Suoardi (Pelita Jaya) bakal merapat kembalu ke klub perdana mereka. Bahkan sejak awal kompetisi lalu mereka hampir kembali pulang ke pelukan PSPS. Berita ini jadi headline Pekanbaru Pos berjudul “Supardi dan Ambrizal Balik ke PSPS”.

Aparat kepolisian Resor Siak menemukan setengah hektar lebih ladang ganja di Km 15 Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (31/5) siang. Ratusan pohon ganja itu ditanam di dalam polibeg. Berita ini jadi headline Pekanbaru MX berjudul “Polisi Temukan Ladang Ganja”.

Israel kembali memperlihatkan kebiadabannya. Senin (31/5) subuh kemaren, iring-iringan Freedom Flotilla yakni konvoi 6 kapal yang membawa misi bantuan kemanusiaan internasional diserang dan dihujani tembakan. Berita ini jadi headline Riau Mandiri berjudul “Biadab, Israel Bunuh 20 Relawan”.

Berita yang sama jadi headline Metro Riau berjudul “Israel Bombardir Kapal Relawan RI”. Harian ini menyebutkan saat konvoi membawa 10.000 ton suplai bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina, kapal mereka diserbu tenta Israel, sehingga belasan orang tewas.

Tribun Pekanbaru juga mengangkat berita yang sama sebagai headlinenya berjudul “1 WNI Tewas 3 Terluka. Harian ini menyebabkan serangan tersebut telah menyebabkan 1 WNI tewas dan 3 terluka. Misi8 kemanusiaan ini diikuti 750 orang dari 50 negara, 12 orang diantaranya warga Indonesia.(ad)

Posting Terkait