Kebudayaan Jadikan Riau Kawasan Terhormat

BENGKALIS (RiauInfo) – Bupati Bengkalis, H Syamsurizal mengingatkan, kebudayaan dalam visi Riau 2020 dijadikan sebagai salah satu dari dua hal besar yang hendak dicapai pada masa yang akan datang. Dijadikannya kebudayaan sebagai sebuah maklamat agung dalam pola dasar pembangunan daerah Riau tersebut, bukanlah sesuatu yang tanpa alasan. 

Hal itu disampaikan bupati kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, ketika membuka Helat Seni Menjunjung Negeri 2007, Rabu (23/5) malam lalu. Pembukaan festival seni antar pelajar se-Kabupaten Bengkalis yang ditaja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bengkalis ini dipusatkan di lapangan Tugu Bengkalis.

Ditambahkan bupati bergelar Sri Mahkota Sempurna Negeri ini, dalam sejarah negeri ini, dunia kebudayaan merupakan sebuah pilar utama yang membuat Riau menjadi sebuah kawasan yang terhormat.

“Oleh sebab itu, amanah pembangunan kebudayaan dan kesenian dalam visi Riau 2020 itu, merupakan tanggung jawab bersama semua kalangan. Hajat besar itu tidak akan terwujud kita kita semua tidak berpartisipasi aktif”, ujarnya, saat memberikan sambutan pada pembukaan helat yang bakal berlangsung hingga 29 Mei mendatang itu.

Untuk itu, kata Syamsurizal, Pemkab Bengkalis bersetuguh hati untuk mengembangkan seni Melayu yang berazaskan Islam. Ini dilakukan, tidak hanya sebagai upaya pencapaian pembangunan kabupaten ini. “Tetapi sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari langkah pembangunan kebudayaan di Provinsi Riau”, ujarnya.

Di kesempatan itu juga, Syamsurizal juga menjelaskan arti penting kebersamaan. Sebab, katanya, sebesar apapun harapan akan sesuatu, seperti pembangunan kebudayaan dan seni ini, adalah sesuatu yang niscaya, jika semua pihak beritikat untuk membangunnya secara baik.

Pemahaman nilai-nilai seni, imbuhnya, juga hanya akan dapat berlangsung sebagaimana mestinya, jika kita semua melakukannya bersama-sama sesuai dengan peran masing-masing. Kebersamaan adalah sebuah kunci yang sangat menentukan kekuatan yang dimiliki. Sedangkan perpecahan, akan membuat potensi yang tersedia justru berpeluang menghancurkan.

“Dengan bersama, tak ada yang mustahil. Dengan bersama, segala sesuatu akan membentang terang dihadapan kita, seperti yang kita impikan. Bersama kita bias. melalui helat ini muncul calon-calon penggiat seni dan kebudayaan Bengkalis untuk masa depan”, harap Syamsurizal yang malam itu membacakan puisi bertajuk ‘Kupagar Negeri Ini Dengan Marwah’.

Kabag Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri yang juga hadir malam itu melaporkan, selain Ketua DPRD yang juga ‘sesepuh’ Sangar Tasik Bengkalis, Riza Pahlefi, terlihat hadir dalam festival yang diikuti sekitar 1.000 pelajar dari 13 kecamatan se-Kabupaten Bengkalis itu, diantaranya, Kapolres Bengkalis Edi Setio Budi Santoso.

Kemudian, sambung Johan, Kajari Ersywo Zaimaru, Ketua Pengadilan Negeri R Matras Supomo, Asisten II Setdakab Bengkalis H Zakaria Yusuf, Kepala Dinas Koperasi dan UKM H Umran, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Fauziah Syamsurizal dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita Hj Hera Tri Wahyuni Riza.

 

Rizki: