Kawanan Gajah Rusak Enam Rumah, Ratusan Warga Ketakutan dan Pengungsi

623 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Ratusan Warga Dusun Buluh Manis, Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, saat ini dicekam ketakutan. Ini rombongan gajah yang jumlahnya sekitar 19 ekor sering masuk ke dusun tersebut dan merusak sejumlah rumah warga.

Keterangan yang dihimpun RiauInfo Sabtu (27/10) diketahui sebanyak enam rumah warga kini rusak berat akibat diserang hewan bertubuh raksasa itu. Rumah-rumah itu tidak hanya diserangkan pada siang hari saja, tapi juga pada malam hari.

Kini warga Dusu Buluh Manis tersebut merasa ketakutan. Sebanyak 22 kepala keluarga terpaksa melakukan pengungsian ke luar dusun untuk menghindari serangan gajah itu. Mereka takut gajah semakin mengamuk dan mengancam keselamatan keluarganya.

Kepala Desa Petani Syafrizal mengaku adanya enam unit rumah yang dirusak oleh rombongan gajah liar tersebut. Akibat aksi hewan tersebut warga mengalami kerugian cukup besar. Namun dia belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian yang diderita masyarakat.

Kawanan gajah itu datang tiba-tiba secara rombongan dan langsung merusak rumah warga. Bahkan salah satu rumah yang dirusak ada yang sampai roboh. “Kini warga dicekam ketakutan sehingga sebagian mereka mengungsi ke tempat yang aman,” ungkap Syafrizal.

Tidak hanya merusak rumah warga, sebelumnya seekor gajah sempat mengamuk dan menginjak-injak seorang bocah, Ruli Arifin (120 warga Jalan Rangau Km 17 Desa Petani. Sejak peristiwa itulah rombongan gajah semakin sering masuk ke pemukiman masyarakat.

Sementara itu Camat Mandau, H Rozali Saidun mengatakan sejak ada seorang warga yang tewas diinjak-injak gajah, warga terus meningkatkan kewaspadaannya. “Mereka setiap malam secara bergiliran melakukan penjagaan di sekeliling dusun tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini gajah liar memang selalu juga mendatangi pemukiman masyarakat, namun hanya sebatas merusak tanaman milik warga. Namun kali ini gajah-gajah malah merusak rumah warga juga, serta membunuh warga.

Makanya warga menjadi bertambah cemas dan dicekam ketakutan. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi warga juga takut untuk turun ke kebun. Padahal sebagian besar mata pencarian mereka berkebun sawit. “Kalau begini terus mereka pasti akan kesulitan ekonomi,” tambahnya.(Ad)



Posting Terkait