Kamus Bahasa dan Sastra Melayu Riau Bisa Diterbitkan

723 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Selama ini belum ada satu pihakpun di Riau punya rencana menerbitkan kamus bahasa dan sastra Melayu Riau. Padahal kamus bahasa dan sastra Melayu Riau itu keberadaannya sangat penting.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Budaya Seni dan Pariwisata Riau, Joni Irwan mengatakan, hal tersebut salah satu pendorong diadakannya Seminar Bahasa dan Sastra Daerah Riau.

“Kita perlu menyatukan pandangan dari berbagai pelaku budaya hingga dapat mewujudkan suatu rumusan hingga melahirkan Kamus Bahasa Melayu Riau,” terang Joni pada RiauInfo di sela-sela acara seminar Bahasa dan Sastra Daerah Melayu yang berlangsung dari Jumat hingga hari ini Sabtu (14/7) di hotel Pangeran Pekanbaru.

Pada kesempatan ini, Budayawan Riau Al Ahzar berpendapat, belum pernah ada terbit Kamus Bahasa Melayu. “Setahu saya yang penah ada menerbitkan Kamus bahasa Melayu adalah Malaysia melalui Dewan Bahasa mereka,” terang Azhar.

Menanggapi perlunya Riau mewujudkan Dewan Bahasa dan Sastra Riau, Azhar menyetujui hal tersebut. “Tapi saya tidak melihat kekuatan dari segi institusinya. Saya lebih mengutamakan pandangan kita sejauh mana kita bisa membaca kebahasaan itu sendiri,” tegas Azhar.

Selain itu Azhar mengutarakan mewujudkan Kamus Bahasa Melayu perlu kajian, bahasan dan perumusan yang memerlukan suatu penanganan khusus. Sehingga, Azhar optimis dengan mewujudkan suatu institusi Dewan Bahasa dan Sastra Riau, upaya tersebut bisa dipicu dan tercapainya Kamus dimaksud.

Sementara itu Kadisbudpar Riau menambahkan, seminar Bahasa dan Sastra Daerah Melayu diharap selain mewujudkan Dewan Bahasa dan Sastra Riau juga akan memicu tercapainya Kamus tersebut. Joni menambahkan, Disbudsenipar Riau akan membangun monument Bahasa dengan akan dibuat Tugu Bahasa nantinya.

Selanjutnya, Eddi Ahmad RM selaku Ketua Dewan Kesenian Riau.mengimbau bagi penerus Budaya Melayu saat ini tidak terhipnotis oleh berbagai kemolekan Melayu melalui seremoni yang mengagungkan Melayu itu sendiri.

”Kita perlu suatu konsep kebudayaan yang mampu mengangkat kejayaan budaya masa lalu dan selalu berkembang di waktu mendatang. Budaya itu dinamis,” tegas Ahmad. (Surya)

 

Posting Terkait