IPA RIAU NAIK DRASTIS Gubri: Percepat Pembangunan Riau

559 views

DJAKARTA (RiauInfo) – Kabar gembira pantas diterima seluruh masyarakat Riau. Pasalnya, untuk tahun anggaran 2012, Riau menerima DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp.14.659.459.699.740. Ini naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya Rp.11,5 triliun.

“Kita mengucapkan syukur dan terima kasih atas peningkatan yang cukup drastis ini. Ini berkat perjuangan kita semua. Anggaran yang cukup besar ini harus kita gunakan untuk mempercepat pembangunan Riau dalam berbagai bidang,” kata Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal saat dikonfirmasi, Senin (19/12).

Sekedar informasi, DIPA merupakan kue nasional dari APBN yang diterima daerah. Dari tahun ke tahun, trend DIPA yang diterima Provinsi Riau cenderung meningkat. Tahun 2005 DIPA Riau sebesar Rp3,7 triliun, 2006 Rp4,5 triliun, 2007 Rp5,7 triliun, 2008 DIPA Riau sempat turun menjadi Rp5,6 triliun, 2009 DIPA Riau naik menjadi Rp6,5 triliun, 2010 turun lagi menjadi Rp6,2 triliun, 2011 naik menjadi Rp11,5 triliun dan tahun ini naik drastis menjadi Rp14,6 triliun.

Menurut Gubri, memang sudah sepantasnya Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang layak, adil dan proporsional kepada Riau. Sebagai salah satu daerah penyumbang devisa terbesar bagi negeri ini, sudah saatnya Riau mendapat bagian yang pantas. “Sekali lagi kita mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat. Pembangunan Riau harus kita gesa, terutama Kota Pekanbaru sebagai barometer kemajuan Provinsi Riau,” tegas Gubri.

Secara rinci, DIPA yang diterima Riau untuk tahun anggaran 2012, yakni Dana Dekonsentrasi Rp506.652.937.000, Dana Instansi Vertikal Rp4.337.751.989.000, Tugas Pembantuan Rp268.330.328.000, Dana Alokasi Khusus Rp398.793.540.000, Dana Alokasi Umum Rp5.316.669.142.000, Dana Urusan Bersama Rp93.305.960.000, Dana Bagi Hasil DBH Rp3.737.955.803.740 sehingga totalnya menjadi Rp.14.659.459.699.740.

Gubri kembali menegaskan bahwa era reformasi dan otonomi daerah adalah momen yang sangat menguntungkan bagi daerah seperti Riau. Di era sebelumnya, Riau sangat minim mendapat kucuran atau bantuan dana dari Pemerintah Pusat. Makanya, tidaklah heran bila Riau yang kaya akan sumber daya alam (SDA) berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat dan pembangunan Riau yang cenderung masih tertinggal. Sebab, hampir seluruh hasil kekayaan alam Riau dikeruk oleh Pemerintah Pusat tanpa meninggalkan bagian yang layak kecuali menambah penderitaan masyarakat Riau. “Barulah sejak otonomi daerah berjalan, Riau secara bertahap dapat mengejar berbagai ketertinggalan pembangunan,” ungkap Gubri.

Rencananya, hari ini (Selasa, 20/12) seluruh gubernur akan berkumpul di Istana Negara untuk menerima DIPA secara langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (rls)

Posting Terkait