IKUT LAUNCHING BUKU ANTOLOGI PENYAIR INDONESIA Lagi, Fakhrunnas Baca Puisi di PDS-HBJ – Tim Jakarta

667 views
news10068PENYAIR Indonesia asal Riau, SPN. Fakhrunnas MA Jabbar direncanakan 17 Juli ini ikut dalam acara baca puisi di Pusat Dokuemntasi Sastra H.B. Jassin TIM, Jakarta bersama 19 penyair Indonesia lainnya. Acara tersebut sekaligus peluncuran buku Antologi 20 Penyair Indonesia yang baru saja terbit dengan editor sastrawan Hendry Ch. Bangun yang juga Sekjen PWI Pusat.

Di antara penyair yang ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Noorca M. Massardi, Eka Budianta, Kurniawan Jueanedhi, Adhi Massardi, Iwan Soekri Moenaf, Saut Poltak Tambunan, Afrizal Anoda, Wahyu Wibowo, Remy Soetansyah, dan sejumlah nama lainnya.

Sebagai catatan, tiga bulan lalu Fakhrunnas juga ikut baca puisi saat peluncuran buku Antologi Puisi Indonesia-Portugal-Malaysia ‘Antologia De Peotica’ di FIB UI, depok, Jakarta bersama sepuluh penyair Indonesia lainnya seperti Agus S. Sarjono, Asrizal Nur, dan lain-lain.

Fakhrunnas kepada pers menjelaskan kegiatan ini bermula dari Pertemuan Pengarang Majalah Anita Cemerlang yang pernah jaya di Indonesia pada tahun 1980-an yang digelar tiga bulan di Jakarta. Waktu itu, hadir sekitar 100 orang pengarang yang sebagian besar sudah menjadi pengarang ternama di Indonesia seperti Tika Wisnu, Sujiwo Tejo, Bens Leo, Kurnia Effendi, Adek Alwi yang pernah menjadi Pemred majalah cerpen remaja tersebut.

Pertemuan itu melahirkan sebuah sebuah pengarang yang dinamakan ANITA (asosiasi pengarang Indonesia) yang diketuai oleh Kurnia Effendi. Fakhrunnas sendiri duduk sebagai Wakil Bendahara dalam wadah tersebut.

Dikatakan, Antologi 20 Penyair diberi pengantar oleh kritikus sastra terkenal, maman S. Mahayana. Buku setebal 230 halaman tersebut memuat puisi-puisi masing-masing penyair antara 4-7 buah dengan beragam tema dan pola. “Buku puisi ternyata menjadi batu lompatan yang merangsang kreatifitas para sastrawan yang pernah Berjaya di era 1980-an,” kata Fakhrunnas yang pernah sangat produktif menulis di media-media ibukota di eara 1980-1990-an.

Fakhrunnas yang sehari-hari bekerja di PT RAPP sebagai Deputi Direktur di sela-sela kesibukan tugasnya masih menyempatkan diri untuk berkarya dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sastra baik di Riau maupun di sejumlah daerah.

“Semua ini dimungkinkan dukungan moral dari pihak Manajemen yang masih memberikan keluangan ruang dan waktu tanpa meninggalkan tugas pokok di peruasahaan. Cara seperti ini sekaligus dapat membangun komunikasi dengan banyak stake-holder,” ucap anak jati Melayu asal Kampar ini.

Fakhrunnas MA Jabbar dilahirkan di Tanjung Barulak (Kampar), 18 Januari 1959. Pernah mendapatkan anugerah Budayawan Pilihan Sagang (2008), Seniman Pemangku Negeri (SPN) dari DKR (2007) dan dua bukunya masing-masing Bukan Pencuri Anak Perawan –Biografi Soeman Hs- dan Kumpulan Cerpen Sebatang Ceri di Serambi terpilih sebagai Buku Pilihan Sagang untuk tahun 1999 dan 2005.(ad/rls)

Posting Terkait